Jakarta -
Polisi menerima laporan lima warga negara (WN) Bangladesh diduga menjadi korban penyekapan di Gerokgak, Buleleng, Bali. Salah satunya berhasil kabur dan melapor ke polisi.
Dilansir detikBali, Kasi Humas Polres Buleleng, Yohana Rosalin Diaz, membenarkan adanya laporan terkait dugaan penyekapan warga asing tersebut. Kasus ini dilaporkan pada 17 Februari lalu oleh korban yang berhasil kabur, yakni Abdul Hossain Joel.
"Benar, kami menerima laporan dugaan tindak pidana penyekapan yang dialami lima WNA asal Bangladesh. Saat ini kasusnya masih dalam proses penyelidikan," ujar Yohana, Minggu (22/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abdul melaporkan pelaku penculikan, yakni Nuruzzaman alias Rajib alias Babu (25), yang juga warga Bangladesh. Kepada polisi, Abdul menyebut dirinya bersama empat rekannya sempat dijanjikan pekerjaan di Australia oleh terlapor.
Keempat rekan Abdul itu masing-masing bernama Islam Md Din (36), Abdul Rahman Md Ayub Khan (28), Md Shamim Miah (32), dan Mohammad Sana Ullah (40). Mereka diketahui tiba di Bali pada 19 Januari lalu.
Kelima korban kemudian dibawa ke salah satu hotel di wilayah Pemuteran, Buleleng. Di lokasi itulah para korban diduga disekap dengan cara dilakban, diikat menggunakan tali, hingga diancam menggunakan sebilah pisau.
"Para korban mengaku diikat dan diancam menggunakan senjata tajam. Mereka merasa terancam dan ketakutan," jelas Diaz.
Polsek Gerokgak meneruskan laporan tersebut ke Polres Buleleng. Kini polisi tengah menyelidiki kasus tersebut.
"Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap para saksi dan korban serta melakukan langkah-langkah penyelidikan untuk mengungkap secara utuh peristiwa ini," pungkas Yohana.
Baca selengkapnya di sini.
(dek/knv)

















































