3 Tersangka Eksploitasi Anak untuk Ricuh 27 Agustus Ditahan, Iming-imingi Uang

1 day ago 7

Jakarta -

Polisi menahan tiga tersangka diduga mengeksploitasi anak-anak untuk terlibat kerusuhan di Jakarta Pusat pada 27 Agustus lalu. Para pelaku diduga mengiming-imingi puluhan anak-anak dengan bayaran sekitar Rp 55 ribu.

Direktur PPA dan PPO Polda Metro Jaya Kombes Rita Wulandari Wibowo mengungkapkan ketiga pelaku berinisial B, N dan P. Ketiganya didapati alat bukti bahwa terindikasi melakukan eksploitasi ekonomi terhadap anak-anak.

"Ada tiga orang, yaitu inisial B, N, dan juga P. Yang mana mereka didapati berdasarkan alat bukti yang sudah kami lakukan analisis. Ada sekian anak masing-masing sudah melakukan, ada indikasi eksploitasi ekonomi," kata Rita dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Sabtu (12/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rita mengatakan modus ketiga pelaku dengan memprovokasi anak-anak sekaligus mengiming-imingi bayaran dengan nominal bervariasi. Masing-masing pelaku merekrut anak-anak untuk terlibat dalam unjuk rasa yang berujung ricuh.

"Jadi mereka memengaruhi, memprovokasi anak-anak untuk dilibatkan dalam kegiatan aksi unjuk rasa dengan iming-iming sejumlah uang. Dari pelaku atas nama, panggilannya B atau inisialnya adalah F, dia sudah berhasil merekrut 53 anak. Kemudian di situ dijanjikan setiap anak mendapatkan Rp 55 ribu," kata Rita.

"Kemudian inisial N, perempuan, telah berhasil mengumpulkan atau merekrut 22 anak yang masing-masing diberikan rencana uang sebesar Rp 50 ribu. Kemudian inisial F, atau biasa dipanggil P, dia sudah berhasil mengumpulkan 8 anak yang rencana diberikan Rp 40 ribu," imbuhnya.

Rita melanjutkan ketiga pelaku mendapat keuntungan ekonomi atas aksinya tersebut. Dari penelusuran awal polisi, Rita menyebut B mendapat keuntungan sebesar Rp 2.350.000, N sebesar Rp 842.500, dan P sebesar Rp 250.000.

"Sehingga dari hasil penelusuran dan bukti transfer didapatkan keuntungan masing-masing, B Rp 2.350.000, N Rp 842.500, dan untuk P Rp 250 ribu. Namun ini baru berdasarkan bukti yang terlihat, sementara ada beberapa hal yang memang kami perlu dalami bahwa ada kegiatan-kegiatan transaksi yang lain yang perlu pembuktian lebih lanjut," imbuh Rita.

Diketahui, kericuhan di Pejompongan mengakibatkan satu warga lansia yakni Bambang Setiawan meninggal dunia. Korban dikeroyok perusuh berujung tewas.

Tonton juga video "Bongkar Kasus PSK Anak di Bekasi, Polisi Awalnya Usut Viral WNA Pedofil"

(fca/idh)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |