Pembukaan MTQ Cetak Rekor MURI, Walkot Semarang: Simbol Kebersamaan

1 hour ago 2

Jakarta -

Lapangan Simpang Lima, Kota Semarang, Jawa Tengah, dipenuhi semangat kebersamaan pada Sabtu malam (12/9). Sebanyak 288.219 peserta menyanyikan Mars Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI secara serentak, baik secara langsung maupun daring.

Momen tersebut menjadi bagian dari pembukaan MTQ Nasional XXXI. Aksi massal itu mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Lutfi. Ia menyampaikan kebanggaannya atas penyelenggaraan yang digagas Pemerintah Kota Semarang di bawah kepemimpinan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti.

Tak hanya meriah, kegiatan tersebut juga mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Sebanyak 24.957 peserta hadir langsung di kawasan Simpang Lima, sementara 263.262 peserta lainnya mengikuti dari sekolah jenjang SD, SMP, SMA, hingga SMK di seluruh Kota Semarang melalui sambungan daring.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih dari Sekadar Angka

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menilai rekor ini bukan hanya soal jumlah. Menurutnya, Gema Mars MTQ menjadi potret bagaimana perhelatan keagamaan bisa menjadi ruang persaudaraan.

"Rekor ini adalah simbol kebersamaan. Malam ini kita melihat bahwa MTQ milik seluruh masyarakat, sekaligus menjadi ruang bersama untuk merawat persaudaraan dan kebinekaan," kata Agustina dalam keterangan tertulis, Minggu (13/9/2026).

Semangat tersebut turut terlihat dari keterlibatan 10.867 warga lintas agama yang hadir di lokasi utama dan menyanyikan mars yang sama. Mereka berasal dari unsur ASN, santri, guru, serta perwakilan komunitas Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

Menurutnya, kehadiran beragam latar belakang di satu panggung mencerminkan wajah Semarang yang terbuka dan ramah. Hal itu sejalan dengan filosofi Warak Ngendog yang selama ini menjadi simbol persatuan warga kota.

Sambutan Hangat untuk 37 Provinsi

MTQ Nasional XXXI di Semarang akan berlangsung hingga 20 September 2026 dan diikuti oleh kafilah dari 37 provinsi.

Menutup sambutannya, Agustina mengajak warga menjaga suasana hangat selama perhelatan berlangsung.

"Mari kita jaga suasana kebersamaan ini. Kita sambut seluruh tamu dari berbagai daerah dengan keramahan, dan kita jaga Kota Semarang tetap nyaman bagi siapa saja yang datang," ujarnya.

Kemeriahan pembukaan MTQ Nasional XXXI juga dirasakan para kafilah yang datang dari berbagai daerah. Salah satunya adalah Ayas Lukman Hakim, peserta dari Provinsi Banten.

"Sambutannya sangat maksimal. Setiap kafilah dan tamu undangan diberikan pendamping atau Liaison Officer. Ini membuat kami merasa sangat dihargai dan merasakan MTQ ini benar-benar disiapkan untuk mensyiarkan silaturahmi," pungkasnya.

(prf/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |