Legislator Demokrat Tekankan Peran Strategis Guru Cetak Karakter Bangsa

2 hours ago 2

Jakarta -

Anggota Badan Sosialisasi MPR RI Fraksi Partai Demokrat, Nurwayah secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang diselenggarakan oleh Kelompok I Badan Sosialisasi MPR RI di Hotel Grand Travello, Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar).

Acara yang digelar bekerja sama dengan Komunitas Biru Nusantara (Kobinus) ini, dihadiri sekitar 300 peserta yang didominasi oleh kaum perempuan dan tenaga pendidik dari tingkat dari berbagai latar belakang suku dan daerah.

Dalam sambutannya, Nurwayah menegaskan pentingnya menanamkan kembali nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika perubahan zaman yang begitu cepat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Nurwayah, sekolah dan para guru merupakan garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa.

"Di tangan Bapak dan Ibu guru lah generasi penerus kita dibentuk, bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter cinta Tanah Air dan memiliki moral yang baik. Di tengah arus perubahan dan derasnya media sosial saat ini, penguatan wawasan kebangsaan menjadi semakin krusial agar sekolah tetap menjadi ruang penumbuh persatuan dan toleransi bagi peserta didik," ujar Nurwayah, Minggu (13/9/2026).

Lebih lanjut, Nurwayah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru atas dedikasi dan beban ganda yang dipikul, baik sebagai pendidik di sekolah maupun pilar di dalam keluarga.

Nurwayah juga menyuarakan pentingnya peningkatan kesejahteraan guru yang sebanding dengan besarnya tanggung jawab moral dalam mencetak calon-calon pemimpin bangsa masa depan.

"Guru-guru hari ini bukan hanya butuh dihormati, melainkan juga layak mendapatkan jaminan kebutuhan hidup yang cukup dan berkeadilan. Dari ruang kelas Bapak dan Ibu sekalianlah lahir para pemimpin bangsa di masa depan," jelas Anggota DPR dari Dapil DKI Jakarta III tersebut.

Pada kesempatan ini, Nurwayah mengajak para peserta untuk terus mengimplementasikan nilai-nilai dari Sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini dalam kehidupan keseharian, yang meliputi Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara; Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945) sebagai konstitusi negara; Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara kesatuan; serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu keberagaman bangsa.

Terakhir, Nurwayah mengingatkan masyarakat, khususnya tenaga pendidik dan para orang tua, agar tidak mudah terprovokasi oleh perdebatan publik atau polarisasi isu di media sosial.

"Zaman boleh maju, media sosial boleh berkembang pesat, namun jangan sampai persatuan kita terkoyak oleh politik adu domba. Kita pernah dijajah ratusan tahun dengan strategi devide et impera, jangan sampai hal itu terulang kembali dari dalam bangsa kita sendiri," ajak Nurwayah.

"Mari kita jaga anak-anak kita, perkuat persatuan demi masa depan generasi penerus Indonesia," imbuhnya.

Sementara itu Ketua Kobinus, Yoga Sumarsono menyampaikan pihaknya bangga berkolaborasi dengan MPR, sebab para peserta di bawah naungan komunitasnya yang salah satunya berlatarbelakang guru mulai dari PAUD, TK, SD, MI lebih melek dengan Empat Pilar MPR RI.

"Pihak guru-guru yang hadir sebagai peserta bisa memahami Empat Pilar MPR RI. Kemudian, dari pihak MPR RI juga bisa memahami apa yang menjadi keluhan guru-guru," kata Yoga.

"Harapan kami, bagaimana guru-guru ini bisa menjadi lebih profesional. Harapan kami kepada pemerintah adalah bagaimana profesionalitas mereka ini mendapatkan apresiasi yang seimbang, artinya dalam bentuk kesejahteraan," sambungnya.

Sebagai informasi, acara ini dihadiri oleh sejumlah anggota MPR RI yang tergabung dalam Kelompok I Badan Sosialisasi MPR RI, di antaranya Iyeth Bustami (Fraksi PKB Dapil Riau I) dan Dr Ir Junaidi Auly (Fraksi PKS Dapil Lampung II), Ketua Kobinus Yoga Sumarsono, dan jajaran Sekretariat Jenderal (Sekjen) MPR.

(prf/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |