Pekanbaru -
Pemerintah Kota Pekanbaru menghadirkan inovasi pelayanan publik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dengan mengintegrasikan penyaluran bantuan pangan dan pemeriksaan kesehatan gratis dalam satu kegiatan terpadu.
Program ini menjadi bentuk nyata dukungan daerah terhadap agenda nasional Presiden RI Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan program terpadu ini merupakan langkah strategis agar bantuan pemerintah tidak hanya berhenti pada pembagian sembako, tetapi juga memberi manfaat langsung pada aspek kesehatan warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahap awal yang digelar di Lapangan Bukit Putera Senapelan, Rabu (15/4/2026), sebanyak 1.900 warga menerima bantuan pangan. Sebelum menerima bantuan, seluruh penerima diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan gratis melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG), sehingga masyarakat pulang tidak hanya membawa bantuan pangan, tetapi juga mengetahui kondisi kesehatannya.
"Ini bukan sekadar pembagian sembako. Kita ingin masyarakat menerima manfaat yang lebih utuh: kebutuhan pangan terpenuhi, kesehatannya juga terpantau. Inilah pelayanan yang benar-benar dirasakan rakyat," ujar Agung Nugroho.
Tahun 2026, total penerima bantuan pangan di Pekanbaru mencapai 63.243 orang, meningkat tajam dibanding tahun 2025 yang hanya 18.986 penerima. Dari jumlah tersebut, penyaluran dilakukan bertahap dan ditargetkan selesai seluruhnya pada April 2026 melalui kolaborasi lintas sektor bersama Bulog, Dinas Kesehatan, dan Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru.
Pekan depan, program yang sama akan dilanjutkan di Kecamatan Rumbai dengan sasaran sekitar 8.000 penerima manfaat. Seluruh penerima di Rumbai juga akan menjalani pemeriksaan kesehatan gratis sebelum menerima bantuan.
Program ini terlaksana atas sinergi kuat antara Pemerintah Kota Pekanbaru, Perum Bulog, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, serta dukungan distribusi logistik dari mitra penyalur. Kolaborasi ini memastikan bantuan tersalurkan tepat waktu, tepat sasaran, dan memberi dampak yang lebih luas.
Tidak hanya menerima bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng senilai sekitar Rp400 ribu per paket, masyarakat juga mendapatkan nasi kotak dan snack untuk dibawa pulang. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme karena warga dapat bertemu, berdialog, dan menyampaikan langsung aspirasi mereka kepada Wali Kota.
Salah seorang penerima bantuan, Ibu Yuni, mengaku sangat bersyukur dengan program terpadu tersebut. Menurutnya, program ini sangat membantu masyarakat, terutama karena selain mendapatkan bantuan pangan, warga juga dapat memeriksa kesehatan secara gratis.
"Saya senang sekali, biasanya kami hanya menerima sembako, tapi sekarang bisa sekalian cek kesehatan gratis. Jadi kami tahu kondisi badan kami juga. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi keluarga kami," ujar Ibu Yuni dengan wajah haru.
Momentum ini juga dimanfaatkan Pemko Pekanbaru sebagai sarana menyerap keluhan masyarakat secara langsung, mulai dari persoalan bantuan sosial, layanan kesehatan, hingga kebutuhan lingkungan permukiman.
Program terpadu ini mendapat apresiasi dari Forkopimda Kota Pekanbaru karena dinilai selaras dengan arah kebijakan pemerintah pusat: menghadirkan pelayanan yang efisien, terintegrasi, dan langsung menyentuh kebutuhan dasar rakyat.
"Ketika masyarakat datang menerima bantuan, di saat yang sama mereka juga mendapat layanan kesehatan, perhatian pemerintah, bahkan ruang untuk menyampaikan aspirasi. Ini yang kita bangun: pelayanan yang hadir dengan hati," tutup Agung Nugroho.
(akd/ega)


















































