Saksi Demi Saksi Diperiksa Demi Ungkap Misteri Kematian Sekeluarga di Jakut

15 hours ago 3
Jakarta -

Kasus ibu dan dua anaknya ditemukan tewas dalam rumah di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut) masih diselidiki. Polisi memeriksa saksi demi saksi untuk mengungkap misteri di balik kasus ini.

Dalam peristiwa ini, korban meninggal dunia diketahui bernama Siti Solihah (50), Afiah Al Adilah Jamaludin (28), serta Adnan Al Abrar Jamaludin (14).

Ketiga korban telah dimakamkan pada Sabtu (3/1) di TPU Rorotan, Jakarta Utara. Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Polri Kramat Jati, Brigjen dr Prima Heru mengatakan autopsi telah selesai dilakukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jenazah sudah diautopsi dan sudah diserahkan ke keluarganya," ujar Brigjen dr Prima Heru saat dimintai konfirmasi, Sabtu (3/1).

Kesaksian Tetangga

Tetangga korban, Aryuni Wulan Febri (51), mengatakan jasad korban ditemukan dalam ruang yang berbeda.

Disebutkan bahwa dalam kejadian itu juga ada anak ketiga Siti bernama Abdullah Syauqi Jamaludin (23) ditemukan selamat dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Saksi mengungkap dua jenazah ditemukan di kamar tidur dan satu jenazah ditemukan di ruang tamu.

"Di kamar, kamar tidurnya masing-masing. Ibunya di kamar pertama, kakaknya yang perempuan di kamar kedua. Kalau adiknya yang kecil itu di ruang tamu, udah tergeletak semua," kata tetangga korban Wulan saat ditemui di kediamannya, Warakas, Jakarta Utara, Sabtu (3/1/2026).

Kontrakan rumah Wulan berada persis di samping kontrakan korban. Wulan mengaku tiba di rumah tak berselang lama dengan anak kedua korban, Khadafi, yang baru saja pulang bekerja.

Teriakan Histeris Sang Anak

Wulan mengatakan Khadafi berteriak histeris saat menemukan ibu dan dua saudaranya meninggal dunia. Wulan pun ikut masuk ke rumah karena dimintai tolong oleh Khadafi.

"Nah, itu cuma saya lihat, cuma nggak menyapa, memang saya lihat aja gitu, oh masnya sebelah gitu. Pas sudah masuk, nggak lama sekitar 5 menit itu masnya teriak-teriak gitu. Saya kedengeran kan kirain saya mungkin berantem gitu," kata Wulan.

"Saya keluar, terus tanya, 'minta tolong, Ibu, minta tolong dong, tolong, Ibu saya keracunan' gitu. Saya kira, eh keracunan apa gitu kan. 'Ibu lihat dulu' gitu, 'Ibu lihat dulu' gitu," tambahnya.

Mulut Korban Berbusa Saat Ditemukan

Wulan ikut melihat langsung ke dalam rumah saat jasad korban ditemukan. Wulan mengatakan mulut korban sudah berbusa saat ditemukan, tapi ia tak memperhatikan rinci kondisi tubuh korban.

"Saya nggak fokus ke situ. Karena fokus saya, karena kan aduannya ibunya keracunan. Jadi saya lihat kondisi ibunya aja. Nggak tahunya sudah berbusa, jadi saya nggak berani gitu. Nggak berani pegang atau masih hidup apa nggak, saya nggak berani kan. Harus keluar, saya panggil Pak RT dulu biar tahu kan," ujarnya.

Ia mengatakan korban baru mengontrak di wilayah tersebut sekitar lima bulan.

"Baru 5 bulan," ujar tetangga korban, Wulan Febri.

Hal serupa disampaikan pihak polisi. Jasad ketiganya ditemukan oleh salah satu anak korban saat pulang kerja.

"Keterangan awal ya, keterangan awal dari anaknya yang pulang kerja itu, buka pintu, kemudian mendapati keluarganya dalam kondisi apa... ya tiduran tapi mengeluarkan busa," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandiarso kepada wartawan, Jumat (2/1).

Anak Ketiga Selamat dalam Kondisi Sadar

Saksi mengungkap saat kejadian ada empat orang dalam rumah tersebut. Anak ketiga korban, bernama Abdullah Syauqi Jamaludin ditemukan selamat.

"Jadi saya bilang, kenapa ini sama adiknya yang nomor tiga kan, 'Nggak tahu' katanya begitu. Yang Syauqi yang dibawa ke rumah sakit ya," kata Wulan di kesempatan yang sama.

Wulan mengatakan pandangan Syauqi saat itu kosong. Wulan menyebut Syauqi terlihat bingung keluar dari posisi belakang rumah.

"Iya, berdiri kan gitu. Saya tanya, 'Ini Ibu kenapa?', 'Nggak tahu' katanya gitu. Kayak gimana ya, kayak pandangannya kosong, kayak bingung gitu-lah. Di belakang. Keluar dari belakang, keluar dari kamar mandi kayaknya sih," ujarnya.

10 Orang Saksi Diperiksa

Polisi masih menyelidiki penyebab tiga orang sekeluarga tewas diduga keracunan di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Polisi telah memeriksa 10 saksi.

"Ada 10 orang saksi (diperiksa)," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandiarso ketika dihubungi, Minggu (4/1/2026).

Ketiga jasad korban itu ditemukan dalam rumah di Warakas III Gang 10, Tanjung Priok, Jakut, pada Jumat (2/1). Sementara satu korban lainnya dilarikan ke rumah sakit.

(rdp/rdp)


Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |