Jakarta -
Laju Commuter Line atau KRL jalur Green Line tiba-tiba berhenti mendadak di antara Stasiun Kebayoran dan Stasiun Pondok Ranji. Listrik yang menjadi tenaga KRL mati.
Salah seorang penumpang bernama Ira mengabarkan peristiwa itu pukul 18.37 WIB, Selasa (21/4/2026) atau sekitar 5 menit setelah kereta berangkat dari Stasiun Kebayoran menuju arah selatan atau Parungpanjang. Ira mengatakan awalnya kereta berjalan seperti biasa tapi tiba-tiba terasa seperti kehilangan tenaga, getaran mesin tidak terasa bersamaan dengan matinya AC di dalam gerbong.
"AC mati, penumpang kepanasan," kata Ira kepada detikcom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KRL masih melaju karena daya dorong yang tersisa sebelum mesin mati. Hingga di satu titik kereta benar-benar mandek.
Ira mengatakan Petugas Pengamanan KRL atau PAM Walka yang berada di dalam gerbong juga menyadari AC yang mati dan meminta salah seorang penumpang yang duduk dekat jendela untuk membukanya. Jendela bagian atas pun dibuka agar udara tidak pengap.
Tak berapa lama, lampu di dalam gerbong juga mati. Suasana gelap gulita. Sesekali tampak flash dari kamera ponsel penumpang yang memotret kondisi terkini.
Terdengar pula sejumlah penumpang yang menghubungi keluarganya. Ada juga suara kipas angin portable yang digunakan penumpang agar tidak kegerahan.
"Kenapa ini Pak?" tanya salah seorang penumpang ke petugas tadi yang dijawab kemungkinan LAA atau Listrik Aliran Atas mati.
Sebagian besar penumpang berkutat dengan ponsel. Mengabadikan kondisi terkini atau membagikannya ke media sosial.
Sekitar 15 menit kemudian lampu dan AC di dalam gerbong menyala. Setelahnya getaran mesin terasa dan KRL berjalan lagi.
Namun 2 menit kemudian kejadian yang sama berulang tapi tak sampai mati total. KRL tetap berjalan hingga Ira tiba di tujuan yang berjarak 3 stasiun dari Stasiun Kebayoran.
(eva/isa)















































