MenP2MI Ungkap Kondisi ART Dianiaya di Malaysia, Siap Fasilitasi Pemulangan

3 hours ago 3
Jakarta -

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Mukhtarudin mengungkap kondisi terkait Tenaga Kerja Wanita (TKW) berinisial YY dianiaya oleh majikan di Malaysia. Ia mengatakan saat ini YY dalam kondisi baik.

"Kondisi korban dalam keadaan baik dan sudah dalam perlindungan Konjen Johor Bahru," ujar Mukhtarudin kepada detikcom, Rabu (16/6/2026).

Mukhtarudin belum bisa memastikan pemulangan korban. Pasalnya saat ini keterangan korban masih diperlukan untuk penyelidikan kasus penganiayaan di Malaysia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terkait pemulangan, pada prinsipnya pemerintah akan memfasilitasi kepulangan para korban ke Indonesia setelah seluruh proses yang diperlukan di Malaysia selesai dilaksanakan. Keselamatan dan pelindungan korban menjadi prioritas utama dalam penanganan kasus ini," jelas Mukhtarudin.

Direktur PWNI, Heni Hamidah, juga mengatakan hal serupa. Korban, terangnya, dalam kondisi baik.

"YY dan dua rekannya saat ini dalam kondisi baik dan berada di tempat tinggal sementara atau Shelter KJRI Johor Bahru," kata Heni.

Ia mengatakan saat ini KJRI Johor Bahru bersama retainer lawyer KJRI tengah memberikan pendampingan untuk memastikan hak-hak korban terpenuhi selama proses hukum berjalan.

Sebelumnya diberitakan, YY dianiaya oleh majikannya di Malaysia. Kepolisian Malaysia menangkap empat orang yang menganiaya YY.

Dari video yang beredar seperti dilihat detikcom, Minggu (14/6/2026), tampak seorang wanita yang terduduk di sofa dipukuli seorang pria berkaus biru. Wanita tersebut mengerang kesakitan dan tak melawan sama sekali.

Pada adegan selanjutnya, seorang wanita lain memukuli bagian kepala korban. Sementara wanita lainnya merekam aksi kekerasan itu.

Heni Hamidah selaku Direktur PWNI buka suara terkait kasus penganiayaan itu. Heni membenarkan wanita yang dianiaya adalah seorang warga negara Indonesia yang bekerja di Malaysia.

"Kementerian Luar Negeri, KJRI Johor Bahru, dan KBRI Kuala Lumpur saat ini tengah memberikan pendampingan kepada seorang WNI dengan inisial YY yang melaporkan dugaan tindak penganiayaan yang dilakukan oleh pemberi kerja beserta seorang rekannya di Malaysia," ujar Heni.

(isa/knv)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |