Jakarta -
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan arahan kepada Brimob untuk menjaga keamanan dari potensi gangguan, terutama dampak dari kondisi geopolitik. Korps Brimob menyatakan sudah bersiap atas arahan tersebut.
"Dampak dari perang Iran, Israel, sama Amerika, akhirnya berdampak ke seluruh, termasuk dampak kepada kebutuhan pokok, kebutuhan krusial masyarakat," kata Komandan Korps (Dankor) Brimob Komjen Ramdani Hidayat kepada wartawan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Selasa (21/4/2026).
"Bukan masalah naik turunnya harga itu, tapi dampak naik dan turunnya harga itu maka Brimob Polri sangat membutuhkan personel Polri untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan berkaitan dengan permasalahan-permasalahan tersebut," tambah dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ramdani mengatakan pihaknya sudah bersiap diri, salah satunya evaluasi yang dilakukan dalam setiap kegiatan Brimob. Evaluasi dilakukan untuk tujuan perbaikan.
Selain itu, modernisasi peralatan hingga sistem pelatihan personel akan dilakukan sebagai bentuk persiapan.
"Kejadian-kejadian apa pun kita evaluasi dan kita benahi, termasuk penguatan peralatan, modernisasi peralatan, sampai sistem pelatihan. Itu yang kita siapkan semuanya," bebernya.
Ramdani telah melaksanakan rapat kerja teknis (rakernis) untuk menyamakan persepsi dalam anggotanya. Ia menekankan pendekatan humanis ke warga.
"Penanganan massa sekarang tidak harus dengan kekerasan ya. Kita tunjukkan dulu pakai soft power. Ada dari Binmas, ada dari Sabhara. Jadi kekuatan Brimob adalah kekuatan terakhir," ucapnya.
Namun pihaknya akan tetap menjaga agar aksi kekerasan tidak terjadi sehingga aksi seperti perusakan, pembakaran, dan yang mengancam jiwa tidak terjadi.
"Kalau unjuk rasanya sih, semua boleh-boleh saja unjuk rasa, tapi kalau sampai perusakan, pembakaran, kemudian membuat jiwa seseorang terancam, bahkan sampai meninggal dunia, baru kita nanti tindak," ujar Ramdani.
(ond/eva)















































