Jakarta -
Gubernur DKI Jakarta yang juga mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Tambang ITB, Pramono Anung, merespons soal lagu 'Erika' yang menuai sorotan karena bermuatan pelecehan. Pramono menyebut saat menjadi mahasiswa ITB, lirik lagu 'Erika' berbeda dengan yang sekarang viral.
Hal itu diceritakan Pramono saat menghadiri acara Halal Bi Halal bersama Ikatan Orang Tua Mahasiswa ITB di Jakarta Selatan, Minggu (19/4/2026). Awalnya Pramono bercerita pernah tergabung dalam Orkes Semi Dangdut (OSD) Himpunan Mahasiswa Tambang ITB.
"Saya kebetulan pernah ikut dalam OSD. Status saya pegang ecrek-ecrek, pasti gambarnya masih ada dulu pegang ecrek-ecrek. Lagu Erika lagunya kan Erika kan? Itu lagu wajib kalau lagi acara OS ITB," kata Pramono dalam sambutannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun saat dulu, Pramono menyebut liriknya tidak seperti yang ramai sekarang karena mengandung unsur pelecehan perempuan. Bahkan dulu lagu tersebut disisipkan materi mengkritik pemerintahan Orde Baru.
"Saya juga prihatin dan saya yakin dulu liriknya bukan seperti itu, dulu liriknya bukan seperti itu. Dan dulu pada waktu itu selalu kelebihannya mahasiswa tambang ITB nyanyi Erika, pidatonya pidato pak Harto, yang ditirukan oleh mahasiswa tambang ITB karena bagian dari perlawanan melawan rezim yang sangat otoriter," sebutnya.
"liriknya dulu nggak seperti itu. Bahkan saya kalau disuruh nyanyi lagunya masih hafal. Karena dulu saya ecrek-ecrek ini kan apa ya pemain tambahan aja, paling kalau mau nambah ya backing vokal aja," tambah dia.
Dirinya menyebut pernah menyanyikan lagu 'Erika' saat masih jadi mahasiswa dan tergabung dalam kelompok musik itu. Namun dia memastikan liriknya tidak seperti yang sekarang.
"Kalau ditanya apakah pernah menyanyikan lagu Erika, saya jawab pernah. Tetapi, syair dan liriknya berbeda karena pada waktu itu lagu Erika ini terkenal banget dan itu bagian dari bentuk perlawanan mahasiswa ITB kepada rezim," tuturnya.
Adapun Rektor ITB Tatacipta Dirgantara telah menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang timbul. Ia menegaskan pihaknya tidak menoleransi kekerasan di lingkungan kampus.
"Dan kami tentu saja tidak akan memberikan toleransi apa pun terhadap perbuatan-perbuatan yang mengandung kekerasan di dalam lingkungan kampus," ucap Tata dalam unggahan Instagram resmi ITB, dikutip dari detikEdu, Minggu (19/4).
Tata menyatakan pihaknya menyikapi dengan serius permasalahan tersebut. Di antaranya dengan menindaklanjuti ke berbagai pihak, mulai dari pihak Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) hingga himpunan jurusan.
"Kami rapat maraton dengan Satgas PPK, kami bertemu dengan keluarga mahasiswa ITB, dengan para ketua himpunan jurusan, yang kemudian juga akan menindaklanjuti dengan berbagai kegiatan yang intinya adalah meningkatkan awareness dan melakukan pencegahan agar kejadian yang serupa tidak terjadi lagi," ucapnya.
Tata menyatakan pihaknya berkomitmen untuk membuat lingkungan kampus nyaman bagi mahasiswa untuk belajar. Tata menyatakan terima kasih atas kepedulian dan masukan berbagai pihak, Ia mengatakan peristiwa belakangan ini menjadi pengingat bagi ITB untuk melakukan perbaikan.
Terpisah, Himpunan Mahasiswa Tambang ITB meminta maaf atas lagu 'Erika' yang pernah dibawakan para mahasiswa. Pihak himpunan mengakui konten dalam penampilan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai dalam lingkungan akademik dan organisasi kemahasiswaan.
Himpunan Mahasiswa Tambang ITB menyatakan pihaknya tidak membenarkan segala bentuk tindakan yang merendahkan martabat individu atau kelompok mana pun.
"Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas beredarnya lagu yang menimbulkan keresahan publik. Kami sangat memahami dan menyadari sensitivitas isu ini dan menyampaikan keprihatinan serta empati kepada masyarakat, khususnya perempuan," tulis Himpunan Mahasiswa Tambang ITB, Rabu (15/4).
HMT ITB menyatakan pihaknya juga sudah meminta pihak terkait untuk menurunkan konten tersebut dari akun pengunggahnya media sosial. Mereka mengatakan sudah melakukan evaluasi internal pada konten, pelaksanaan, dan kegiatan atas lagu terkait dan lagu yang mengandung unsur serupa.
(ial/idn)


















































