Planetarium Diserbu Warga, Anggota DPRD DKI Dorong Kuota Pengunjung Ditambah

15 hours ago 3
Jakarta -

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Taufik Zoelkifli, merespons antusiasme warga yang menyerbu Planetarium di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, hingga tiket cepat ludes terjual. Dia mendorong agar kuota pengunjung harian ditambah.

Taufik tak heran jika Planetarium ramai dikunjungi warga. Sebab, kata dia, tiket masuk ke tempat wisata edukatif itu tergolong sangat murah.

"Planetarium itu harganya cuma Rp 5.000 sampai Rp 12.000 dan kemudian masuknya ke TIM juga gratis ya. Jadi hanya bayar untuk Planetarium dan paling parkir. Dengan harga tiket yang murah, tentu saja tidak bisa disalahkan menjadi serbuan dari warga, jadi ada war tiket," kata Taufik kepada wartawan, Senin (5/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Taufik pun menyarankan Pemprov DKI dan pengelola Planetarium agar menambah jam operasional dan sistem tiketingnya diperbaiki, misalnya pakai Nomor Induk Kependudukan (NIK). Menurutnya, ketika ramai pengunjung seperti sekarang, warga diatur per NIK hanya boleh berkunjung sebulan satu kali.

"Sehingga kemudian kita bisa memberikan kesempatan yang sama untuk warga Jakarta ingin melihat fasilitas wisata edukatif, Planetarium," ucapnya.

Selain itu, Taufik mendorong agar jumlah kuota pengunjung harian ditambah. Menurutnya, pengelola juga harus menyediakan ruang khusus untuk sekolah-sekolah agar para siswanya bisa berkunjung ke Planetarium.

"Jadi kuota kunjungan perlu diperbesar, kemudian sesinya ditambah. Tapi nanti kalau sudah tidak rame lagi, maka bisa diatur lagi," ujar Taufik.

"Mudah-mudahan sih kalau waktu sekolah tidak ada antrean lagi. Tapi justru ketika sekolah ini, saya kira nanti masing-masing sekolah bisa kayak dulu lagi, bisa secara bersama-sama diatur untuk nonton bersama gurunya, sambil belajar tentang ruang angkasa," imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta, Rany Mauliani, bersyukur Planetarium ramai diserbu warga saat kembali dibuka usai vakum 13 tahun. Dia pun mengenang masa kecilnya yang juga antusias datang ke Platenarium.

"Alhamdulillaah akhirnya Planetarium kembali beroperasi setelah sekian lama tutup. Tentunya sebagai warga Jakarta yang masa kecilnya saya juga begitu antusias ke Planetarium, selain menjadi tempat hiburan tapi juga banyak hal ilmu tentang bumi beserta planet lainnya yang dapat dipelajari," kata Rany.

Dia berharap alur kunjungan ke Planetarium bisa dievaluasi dan diatur dengan baik agar tidak terjadi antrean panjang dari pengunjung. Rany ingin pengelola Planetarium bekerja sama dengan sekolah-sekolah dan menyediakan paket khusus untuk kunjungan pelajar Jakarta.

"Agar semua pelajar di Jakarta berkesempatan melihat keindahan Planetarium dengan mudah, mungkin bisa dibuat hari khusus pelajar atau rombongan dari sekolah-sekolah, sehingga pengunjung umum pun tetap dapat masuk tidak bertumpuk atau berebutan," imbuhnya.

Seperti diketahui, warga menyerbu Planetarium yang dibuka lagi sejak Kamis, 25 Desember 2025, usai sempat ditutup selama 13 tahun. Antusiasme pengunjung ini membuat tiket ludes terjual meskipun hari masih pagi.

Pada Sabtu (3/1), warga sudah datang sejak pagi agar bisa kebagian tiket. Antrean panjang sudah terlihat begitu memasuki area Planetarium. Mereka yang antre berupaya untuk mendapatkan tiket dengan metode pembelian tiket langsung atau on the spot (OTS).

Petugas telah membatasi antrean pembeli tiket OTS sesuai dengan kuota yang ada. Sebab, disebutkan tiket untuk seluruh sesi hari Sabtu telah habis terjual, baik yang online maupun OTS.

Meski begitu, terlihat masih banyak pengunjung yang terus datang untuk membeli tiket. Sejumlah petugas keamanan bersiaga memberi informasi bahwa seluruh tiket telah habis agar.

(fas/imk)


Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |