Peringatan ke-71 KAA, Megawati Gaungkan To Build The World A New

3 hours ago 3
Jakarta -

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri angkat bicara terkait persoalan di Venezuela hingga serangan Amerika-Israel ke Iran. Megawati mengatakan dunia memerlukan pandangan alternatif tentang bagaimana mewujudkan perdamaian dunia.

"Ketika dunia saat ini dihadapkan pada persoalan di Venezuela melalui penculikan Presiden Maduro, dan serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran, maka sistem internasional goncang. Disitulah Dasa Sila Bandung kembali menjadi diskursus yang relevan bagi perlindungan kedaulatan bangsa merdeka dari intervensi asing. Dunia kini memerlukan pemikiran alternatif, tentang bagaimana perdamaian dunia diwujudkan," ujar Megawati dalam seminar nasional peringatan 71 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).

Megawati menggaungkan to build the world a new. Dalam berbagai kesempatan, Megawati mengaku selalu menekankan relevansi pemikiran geopolitik Presiden ke-1 RI Sukarno dalam menjawab pertarungan hegemoni saat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam perspektif ini semangat KAA , GNB dan Pidato To Build The World A New menjadi jawaban tentang pentingnya kesetaraan antar bangsa, dan bagaimana membangun persatuan antar bangsa guna mengikis habis pengaruh neo-kolonialisme dan imperialisme," kata Megawati.

"Dalam berbagai kesempatan menjadi keynote speaker di Slovenia, Tiongkok, Korea Selatan, Rusia, dan ketika menerima kunjungan kehormatan para duta besar dari negaa-negara sahabat, saya selalu menekankan relevansi pemikiran geopolitik Bung Karno di dalam menjawab pertarungan hegemoni saat ini," tambahnya.

Megawati mengatakan semangat to build the world a new juga merupakan jawaban genuine dari Bung Karno. Dia menyinggung thesis Bung Karno bahwa dunia jangan dibedakan atas ideologi, sistem pemerintahan, atau sistem demokrasi yang dianut.

"Bahkan mutiara pemikiran dalam KAA, GNB, pidato To Build The World A New adalah jawaban genuine dari Bung Karno yang selalu menegaskan thesis utamanya: bahwa dunia akan damai apabila terbebas dari imperialisme dan kolonialisme," ujar Megawati.

"Pandangan Bung Karno tersebut dibuktikan dengan thesis barunya pada tahun 1960an ketika Beliau membuat kategori baru, bahwa dunia jangan dibeda-bedakan atas ideologi, sistem pemerintahan, atau sistem demokrasi yang dianut. Menurut Bung Karno, setiap negara memiliki sistem politik sendiri," tambahnya.

Megawati juga berbicara tentang kekuatan pertahanan negara. Dia mengatakan strategi kekuatan pertahanan negara dibangun dengan cara pandang geopolitik.

"Bahwa kekuatan pertahanan negara Indonesia dibangun dengan misiperdamain dunia. Doktrin, Postur, dan strategi kekuatan pertahanan negara dibangun dengan cara pandang geopolitik," ujarnya.

Megawati juga meminta agar Lemhanas tak dipersempit maknanya menjadi lembaga yang mengeluarkan sertifikat kepemimpinan. Dia mengatakan Lemhannas adalah wahana pengemblengan pemimpin bangsa.

"Bahwa guna membangun pentingnya pemikiran geopolitik, Bung Karno mendirikan Lemhannas. Lemhannas jangan dipersempit maknanya hanya menjadi lembaga yang mengeluarkan sertifikat kepemimpinan. Lemhannas adalah wahana pengemblengan pemimpin bangsa sebagai bauran antara calon pemimpin nasional dan daerah, sipil dan militer, serta profesional, para pakar berbagai disiplin ilmu, budayawan, dan berbagai representasi kepemimpinan adat," ucapnya.

Megawati mengatakan semua harus bonded menjadi satu kekuatan progresif bagi kemajuan bangsa. Dia menyoroti pandangan geopolitik yang tercermin dalam stanza ke-3 Indonesia Raya.

"Semua wajib bersatu dalam pemikiran dan cita-cita untuk Indonesia Raya. Semua harus bonded menjadi satu kekuatan progresif bagi kemajuan peradaban bangsa. Dalam proses di Lemhannas, perasaan senasib sebagai satu bangsa yang membentuk cita-cita masyarakat adil dan makmur, disatukan dengan tanah airnya: yakni bumi, udara, tanah, dan air sebagai ruang hidup warga Indonesia. Pandangan geopolitik ini tercermin dalam Stanza ke 3 Indonesia Raya," tuturnya.

Lebih lanjut, Megawati mengatakan pelaksanaan KAA jilid II sangat relevan. Dia kembali menyinggung pemikiran geopolitik Bung Karno menjadi kompas bagi masa depan bangsa.

"Tata Dunia saat ini masih diwarnai oleh bekerjanya kekuatan Nekolim hanya lain sifat dan coraknya. Dalam situasi tersebut, pelaksanaan Konferensi Asia Afrika Jilid II sangat relevan. Disinilah pemikiran geopolitik Bung Karno menjadi kompas bagi masa depan bangsa dan dunia," ujarnya.

(mib/isa)


Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |