Jakarta -
Pengelola Basecamp Perantunan Gunung Ungaran menyebut kedua orang tua balita perempuan 1,5 tahun L yang mengalami gejala hipotermia saat mendaki Gunung Ungaran sempat cekcok. Namun ketiganya tetap naik bersama.
Hal tersebut dikatakan oleh Pengelola Basecamp Perantunan Gunung Ungaran, Dwi Purnomo (44). Saat hendak melakukan registrasi, ia menyebut pasangan itu terlibat perselisihan.
"Dari awal pertama bapak dan ibunya registrasi itu sudah kayak ada masalah keluarga gitu, ada perselisihan. Tetapi mereka tetap naik bertiga sama anaknya itu," kata Dwi dilansir detikJateng, Senin (13/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keluarga kecil itu diketahui tiba di basecamp sekitar pukul 07.00 WIB. Kepada petugas, pasutri tersebut bilang tidak akan naik sampai ke puncak agar diperbolehkan mendaki.
"Sebenarnya kan tidak diperbolehkan. Tapi mereka kan izinnya itu kan cuma mau jalan sampai pos 3 atau pos 4 karena masih pagi, nanti kalau anu kan mau turun lagi. Pagi itu (cuacanya) juga benar-benar cerah," ujar Dwi.
Setibanya di pos 4, mereka kembali terlibat perselisihan. Sang ibu meminta turun karena cuaca sudah mulai mendung, sementara si ayah bersikukuh untuk melanjutkan pendakian hingga ke puncak.
"Karena cuaca tidak mendukung, si ibunya itu kan pengin turun, tapi si bapaknya kata info ibunya, bapaknya tetap ngotot pengin naik dan si anak tersebut mau dibawa ibunya ndak boleh sama bapaknya, tetap mau diajak naik," jelas Dwi.
Baca berita selengkapnya di sini.
Lihat juga Video: Tim Sar Berhasil Selamatkan dan Evakuasi Balita Hipotermia di Gunung Ungaran
(rdp/imk)


















































