Jakarta -
Bupati Rudi Susmanto mengatakan upaya maksimal dilakukan hingga hari ke-8 penanganan kebakaran di TPA Galuga, Bogor, Jawa Barat (Jabar). Penanganan ditarget selesai sebelum groundbreaking pengelolaan sampah menjadi energi listrik dan minyak.
"Kami berupaya sebelum tanggal 17 September 2026, api dapat dipadamkan sepenuhnya, karena kita akan melaksanakan groundbreaking pengolahan sampah (menjadi) energi listrik dan juga groundbreaking pirolisis, yaitu pengolahan sampah untuk dijadikan bahan bakar minyak," kata Rudy Susmanto, Senin (14/9/2026).
Rudy menyebutkan proses pemadaman dilakukan 24 jam sejak awal kejadian oleh tim gabungan dari pemkot dan Pemkab Bogor, TNI, serta Polri. Sejumlah penampungan air atau embung dibangun di batas tumpukan sampah menggunakan terpal, untuk memperdekat sumber air ke titik api dan mempermudah proses penyemprotan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Juga hari ini kita mendekatkan sumber air, sehingga di tengah-tengah TPA Galuga kita membuat beberapa embung-embung air," kata Rudy.
Rudy menambahkan, petugas menggunakan drone thermal untuk memantau sebaran titik api yang tertimbun di bawah tumpukan sampah. Petugas juga disebar untuk berpatroli mengantisipasi pemicu api di sekitar TPAS Galuga.
"Pada saat sebelum kita turun ke lapangan, drone ini terbang 1 jam sekali. Apa yang sudah kita tangani akan terlihat termalnya, masih berwarna merah, warna kuning, atau hijau. Maka pada saat sudah warna hijau, kita tinggalkan. Yang kita intervensi adalah yang berwarna merah," kata Rudy.
"Sama halnya di tempat kita berdiri mungkin tidak ada api, tidak ada asap. Tetapi pada saat kita terbangkan drone, ternyata di bawah kita ada titik panas, maka alat berat langsung melakukan pembongkaran. Pasti di dalamnya ada bara api dan langsung kita lakukan pendinginan," imbuhnya.
Untuk diketahui, TPAS Galuga terbakar dari rambatan kebakaran lahan milik warga pada Senin (7/9). Dari total 42 hektare lahan TPAS Galuga, 8,4 hektare sempat terbakar dan terus ditangani hingga hari ini.
Tim gabungan masih melakukan proses pemadaman kebakaran Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Bogor, Jawa Barat (Jabar). Dari total 8,4 hektare lahan yang terbakar, kini tersisa 2,4 hektare.
"Kita melakukan intervensi-intervensi menjadi 7 hektare, 6 hektare, 5 hektare. Alhamdulillah hari kedelapan, di Senin dini hari, di wilayah utara masih tersisa 1,4 hektare, di wilayah timur tersisa 1.000 meter persegi. (Kemudian) di wilayah pengelolaan sampah Kabupaten Bogor di wilayah selatan Alhamdulillah sudah tuntas," kata Bupati Bogor Rudy Susmanto, Senin (14/9) dini hari.
(dek/dek)


















































