Mensos Gus Ipul Gandeng UIN Palu Perkuat Penanganan Kelompok Rentan

16 hours ago 1

Jakarta -

Kementerian Sosial (Kemensos) membangun sinergi strategis dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu dalam upaya penanganan kelompok rentan.

Kolaborasi ini dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani langsung oleh Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dan Rektor UIN Datokarama Palu, Lukman S. Thahir pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke-46 Sarjana, Magister, dan Doktor Tahun Akademik 2025/2026 UIN Datokarama Palu, Sulawesi Tengah.

Gus Ipul menjelaskan bahwa poin penting dalam kerja sama yang dibangun antara Kemensos dan UIN Datokarama Palu salah satunya adalah penanganan kelompok rentan, khususnya eks narapidana terorisme dan radikalisme (Napiter).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya terutama dalam menangani kelompok rentan, kelompok rentan itu ada banyak, ada beberapa, namanya 12-PAS (Penerima Atensi Sosial), salah satunya tadi adalah warga eks Napiter," kata Gus Ipul, dalam keterangan tertulis, Senin (20/4/2026).

Lebih lanjut, Gus Ipul menjelaskan salah satu upaya yang akan dilakukan untuk penanganan eks Napiter adalah melalui program pemberdayaan sesuai dengan kebutuhan masing-masing penerima manfaat.

"Tergantung apa yang dibutuhkan, kalau memang misalnya (ingin) membuka usaha, ya kita akan bantu pelatihan-pelatihan termasuk modal usaha. Kalau misalnya ingin jadi pekerja terampil, ya kita bantu lewat pelatihan-pelatihan, supaya bisa menjadi pekerja terampil, jadi semuanya tergantung asesmennya nanti," jelasnya.

Di samping pemberdayaan, penting juga melakukan proses distigmatisasi dalam penanganan eks Napiter untuk menghapus stigma negatif atau prasangka buruk terhadap eks Napiter. Upaya ini penting untuk menghentikan diskriminasi yang merampas martabat dan menurunkan motivasi penerima manfaat.

"Untuk itulah kita kondisikan dua-duanya ya, eks Napiter kita ajak bicara untuk bisa berbaur, masyarakatnya kita harap untuk bisa, mau menerima dan memberikan satu lingkungan yang kondusif, sehingga bisa bersama-sama gitu, jadi kita bisa memperkokoh kerukunan," ujar Gus Ipul.

Selain menjalin kerja sama penanganan kelompok rentan, Kemensos dan UIN Datokarama Palu juga akan membangun sinergi pemberdayaan melalui program KKN terintegrasi.

"Nanti juga ada, mungkin program KKN Terintegrasi atau KKN Berkelanjutan. Dimana ada satu desa yang bisa mahasiswa UIN ini terus-menerus, enggak sekali satu periode, nanti yang lain pergi, yang satu datang. Sehingga desa ini mendapatkan pendampingan penuh sampai benar-benar bisa menjadi keluarga atau desa yang mandiri, desa yang berdaya," ungkapnya.

Sementara itu, Rektor UIN Datokarama Palu, Lukman S. Thahir menyampaikan kehadiran Gus Ipul di Palu menjadi momentum bersejarah, terutama dalam menjalin kerja sama dengan UIN Datokarama Palu.

"Terutama, beliau ingin meningkatkan kemajuan ekonomi yang ada di Sulawesi Tengah. Kita juga akan melaksanakan pendampingan, ada kurang lebih seratusan eks Napiter yang ada di Sulawesi Tengah," kata Lukman.

Lukman menambahkan ke depan akan banyak program yang dilaksanakan bersama dalam penanganan eks Napiter, baik melalui pendampingan, bantuan sosial, dan pemberdayaan.

Tonton juga video "Mensos Pastikan 11 Juta Peserta PBI BPJS Nonaktif Tetap Bisa Berobat"

(ega/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |