Keju Termahal Italia Terancam 'Kiamat'

8 hours ago 1

Gelombang panas ekstrem di Italia mengancam produksi Parmigiano Reggiano.

Deretan roda keju berstempel

Gelombang panas ekstrem yang melanda wilayah Emilia-Romagna, Italia, mulai mengancam produksi keju Parmigiano Reggiano, salah satu produk pangan paling ikonik di negara itu. Suhu yang menembus 40 derajat Celcius memaksa para peternak mengubah cara merawat sapi perah agar tetap produktif, sekaligus meningkatkan biaya produksi di seluruh rantai industri. (REUTERS/Matteo Minnella)

Nicola Bertinelli, Presiden Konsorsium Parmigiano Reggiano, berpose untuk foto di kandang sapi perah keluarganya, saat cuaca panas ekstrem melanda produksi susu, di Medesano, Italia, 7 Juli 2026.

Presiden Konsorsium Parmigiano Reggiano, Nicola Bertinelli, mengatakan panas ekstrem menurunkan kualitas dan kuantitas susu, bahan baku utama pembuatan keju tersebut. Menurutnya, sapi lebih sering berbaring, makan lebih sedikit, dan menghasilkan susu hingga 10% lebih rendah saat suhu sangat tinggi.  (REUTERS/Matteo Minnella)

Sapi Holstein memakan pakan yang baru saja diletakkan di kandang berpendingin udara selama gelombang panas di Medesano, Italia, 7 Juli 2026.

"Panas ekstrem berdampak pada kualitas dan kuantitas susu," kata Bertinelli kepada Reuters. Ia menambahkan, kekurangan hujan juga menghambat pertumbuhan rumput dan produksi jerami yang menjadi pakan wajib bagi sapi penghasil susu Parmigiano Reggiano. (REUTERS/Matteo Minnella)

Seekor sapi berdiri di lorong di antara kawanan sapi lainnya yang berjuang melawan suhu yang sangat tinggi di Medesano, Italia, 7 Juli 2026.

Untuk menjaga kondisi ternak, para peternak kini membiarkan jendela kandang terbuka sepanjang waktu serta memasang kipas angin dan sistem kabut air. Namun, langkah tersebut membuat konsumsi listrik meningkat tajam. (REUTERS/Matteo Minnella)

Seorang penilai mendengarkan suara retakan internal selama pemeriksaan kualitas di ruang penyimpanan keju Credito Emiliano sebagai bagian dari upaya untuk melindungi produk dan jaminan setelah konsumsi energi harian meningkat sekitar 30% pada puncak gelombang panas baru-baru ini, di Montecavolo di Quattro Castella, Italia, 6 Juli 2026.

 Dampak serupa juga dirasakan gudang penyimpanan keju atau yang dikenal sebagai "Bank Parmigiano", tempat ratusan ribu roda keju menjalani proses pematangan selama sedikitnya satu tahun. (REUTERS/Matteo Minnella)

Seorang pekerja memeriksa kemasan keju Parmigiano Reggiano yang tersegel di ujung jalur otomatis di Caseifici GranTerre, tempat manajemen mengatakan gelombang panas berkepanjangan menambah biaya produksi, di Montecavolo di Quattro Castella, Italia, 6 Juli 2026.

Direktur Magazzini Generali delle Tagliate (MGT), Giancarlo Ravanetti, mengatakan konsumsi energi harian selama puncak gelombang panas tahun ini meningkat sekitar 30 persen sehingga perusahaan harus meningkatkan efisiensi pendingin, isolasi bangunan, dan penggunaan energi terbarukan. (REUTERS/Matteo Minnella)

Seseorang menempatkan potongan keju Parmigiano Reggiano ke dalam nampan plastik di jalur pengemasan GranTerre, sebuah proses yang membutuhkan pengendalian iklim ekstra selama musim panas, di Montecavolo di Quattro Castella, Italia, 6 Juli 2026.

Di balik gudang berpendingin itu, setiap roda Parmigiano Reggiano tetap menjalani pemeriksaan kualitas yang ketat, mulai dari pemindaian sinar-X hingga pengujian manual dengan palu kecil untuk mendeteksi cacat selama proses pematangan. Ravanetti menegaskan teknologi membantu proses produksi, tetapi keahlian manusia tetap menjadi faktor utama dalam menjaga kualitas keju yang telah diproduksi selama lebih dari delapan abad tersebut. (REUTERS/Matteo Minnella)

Para pekerja memotong dan menumpuk stik keju Parmigiano Reggiano di jalur pengemasan di Caseifici GranTerre, yang menyatakan bahwa tagihan listrik telah meningkat karena gelombang panas yang lebih lama memaksa lebih banyak pendinginan di dalam pabrik, di Montecavolo di Quattro Castella, Italia, 6 Juli 2026.

Kenaikan biaya produksi menjadi tantangan besar bagi industri Parmigiano Reggiano yang menyumbang pendapatan sekitar 4,5 miliar euro atau setara Rp92,5 triliun per tahun dan menjadi salah satu penopang ekonomi wilayah Emilia-Romagna. Pada 2025, lebih dari separuh penjualan global keju tersebut berasal dari pasar ekspor, dengan Amerika Serikat menjadi tujuan utama. (REUTERS/Matteo Minnella)

Giancarlo Ravanetti, Direktur Jenderal Magazzini Generali delle Tagliate (MGT), berpose untuk foto di antara roda-roda keju Parmigiano Reggiano yang disimpan sebagai jaminan setelah mengatakan penggunaan energi di gudang meningkat sekitar 30% pada puncak gelombang panas, di Montecavolo di Quattro Castella, Italia, 6 Juli 2026.

Direktur Penjualan Internasional GranTerre, Paolo Ganzerli, memperingatkan bahwa gelombang panas yang semakin lama dan intens akan meningkatkan biaya sekaligus mengancam kualitas susu. "Parmigiano Reggiano telah ada selama lebih dari 800 tahun. Kita tidak ingin menjadi generasi terakhir yang memakannya," ujarnya kepada Reuters. (REUTERS/Matteo Minnella)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |