Elvan Widyatama, CNBC Indonesia
13 July 2026 20:20
Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) masih dipersepsikan sebagai negara paling kuat di dunia. Namun, posisi Negeri Paman Sam kini semakin dibayangi China yang pengaruhnya terus melebar, mulai dari ekonomi, teknologi, militer, hingga rantai pasok strategis.
Mengutip Visual Capitalist, daftar negara paling kuat di dunia ini diambil dari University of Pennsylvania Wharton School's 2026 Best Countries Index. Data tersebut berbasis survei terhadap 15.131 orang dewasa di 33 negara.
Peringkat ini tidak mengukur kekuatan militer atau ekonomi secara langsung. Daftar tersebut lebih menggambarkan bagaimana masyarakat global memandang pengaruh sebuah negara di panggung dunia.
Skor dalam daftar ini dibuat secara relatif. Negara yang berada di peringkat pertama mendapat skor 100, sementara negara lain dihitung berdasarkan jaraknya terhadap pemimpin daftar.
Kekuatan sebuah negara sendiri tidak hanya dilihat dari sisi militer saja. Pengaruh global juga dibentuk oleh bobot ekonomi, kepemimpinan teknologi, sumber daya strategis, kekuatan diplomasi, serta kemampuan sebuah negara memengaruhi arah peristiwa di internasional.
Berikut 10 besar negara paling kuat di dunia berdasarkan persepsi global:
AS, China, dan Rusia Jadi Tiga Besar
AS berada di posisi pertama dengan relative power score 100. Posisi ini tidak mengejutkan karena AS masih menjadi pusat ekonomi global. Diiringi juga dengan teknologi, pasar keuangan, jaringan aliansi yang luas dan salah satu yang paling krusial yakni kekuatan militernya.
Melansir Global Firepower (GFP) 2026, AS menempati peringkat pertama dalam daftar kekuatan militer dunia dari 145 negara yang dinilai. AS mencatat PwrIndx 0,0741.
GFP memakai skor PwrIndx untuk mengukur kekuatan militer sebuah negara. Semakin kecil angkanya, semakin kuat posisi militernya. Skor 0,0000 dianggap sebagai nilai sempurna dalam indeks tersebut.
Di bawah AS, posisi militer terkuat ditempati Rusia dengan PwrIndx 0,0791, lalu China di posisi ketiga dengan PwrIndx 0,0919. Urutan ini sedikit berbeda dari peringkat persepsi global, ketika China berada di posisi kedua dan Rusia di posisi ketiga.
China berada di peringkat kedua dalam daftar negara paling kuat berdasarkan persepsi global dengan skor 93,6. Jaraknya dengan AS cukup tipis. Ini menunjukkan persepsi global terhadap kekuatan China terus meningkat.
China kini bukan hanya dilihat sebagai kekuatan ekonomi. Negara tersebut juga punya pengaruh besar dalam rantai pasok global, perdagangan internasional, teknologi, dan sumber daya strategis.
Laporan tersebut menyoroti peran China dalam mineral tanah jarang atau rare earth, hubungan dagang yang luas, serta kemampuan militernya yang semakin modern. China juga memiliki jumlah personel militer aktif terbesar di dunia, sekitar dua juta orang.
Menariknya, data itu juga mencatat survei terpisah terhadap 46.667 orang di 85 negara yang menunjukkan responden di setiap kawasan memandang China lebih positif dibandingkan AS.
Rusia berada di peringkat ketiga dengan skor 91,4. Posisi Rusia menarik karena ukuran ekonominya tidak sebesar beberapa negara lain di bawahnya.
Namun, Rusia tetap dipersepsikan sangat kuat karena memiliki kemampuan militer besar, senjata nuklir, sumber daya energi, serta pengaruh geopolitik yang luas. Perang, energi, dan kekuatan militer masih membuat Rusia dilihat sebagai salah satu pemain utama dunia.
Kekuatan Global Mulai Bergeser
Setelah tiga besar, peta kekuatan dunia terlihat semakin beragam. Inggris berada di peringkat keempat, disusul Jerman di posisi kelima.
Namun, daftar ini tidak hanya dikuasai negara Barat saja. Korea Selatan berada di peringkat keenam dengan skor 62,7, lebih tinggi dari Arab Saudi, Prancis, Jepang, dan Uni Emirat Arab.
Posisi Korea Selatan menunjukkan bagaimana kekuatan teknologi, industri, budaya populer, dan diplomasi bisa memperbesar persepsi pengaruh sebuah negara. Korea Selatan kini tidak hanya dikenal lewat industri elektronik dan otomotif, tetapi juga melalui hiburan, teknologi digital, dan pertahanan.
Arab Saudi berada di peringkat ketujuh dengan skor 61. Negara ini tetap dipandang kuat karena peran besarnya dalam pasar energi, posisi strategis di Timur Tengah, serta kekuatan dana investasinya.
Uni Emirat Arab juga masuk 10 besar dengan skor 58,6, berada di atas Israel, India, dan Kanada. Posisi UEA menunjukkan bahwa negara dengan populasi relatif kecil tetap bisa dipersepsikan kuat jika memiliki pengaruh besar dalam investasi, energi, logistik, keuangan, dan diplomasi kawasan.
India berada di peringkat ke-12 dengan skor 45. Meski ekonominya besar dan jumlah penduduknya menjadi yang terbesar di dunia, persepsi kekuatan India masih berada di bawah sejumlah negara seperti Jepang, UEA, Israel, hingga Prancis.
Iran juga menjadi salah satu nama menarik dalam daftar ini. Negara tersebut berada di posisi ke-16 dengan skor 28,4, di atas Swiss, Ukraina, Australia, Spanyol, Brasil, dan Singapura.
Posisi Iran mencerminkan persepsi terhadap pengaruh militer regional, kemampuan rudal, serta jaringan kelompok sekutu di Timur Tengah. Iran juga masih dipandang memiliki kapasitas industri dan militer yang besar meski menghadapi tekanan konflik.
Indonesia Nomor Berapa?
Indonesia berada di peringkat ke-33 dalam daftar negara paling kuat di dunia versi persepsi global. Skor Indonesia tercatat sebesar 12,1.
Posisi ini menempatkan Indonesia di bawah Singapura dan Vietnam untuk negara Asia Tenggara. Singapura berada di peringkat ke-22 dengan skor 20,4, sedangkan Vietnam berada di peringkat ke-30 dengan skor 14,2.
Namun, Indonesia masih berada di atas beberapa negara seperti Polandia, Portugal, Austria, Argentina, Finlandia, hingga Bangladesh.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/evw)
Addsource on Google


















































