Hasto Kristiyanto: Kita Kritik Pemerintah Karena Sayang dan Cinta Tanah Air

3 hours ago 2

Jakarta -

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto heran jika kritikan terhadap pemerintah justru dibalas dengan laporan polisi. Hasto menilai kritik terhadap pemerintah berarti tanda sayang dan cinta kepada Tanah Air.

Hal itu disampaikan Hasto dalam acara seminar nasional peringatan 71 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026). Hasto menyebut dalam perjalanan sejarah Indonesia kental dengan narasi pembebasan, maka tak boleh ada penindasan termasuk memberangus kritik.

"Saudara-saudara sekalian, sebagai mercusuar keadilan dan kemanusiaan dengan narasi pembebasan yang sangat kental, maka di Republik ini seharusnya tidak boleh ada penindasan atas cara apa pun. Betul? Sekarang ini kritik masalah pangan diadukan ke polisi. Kritik terhadap pemerintah diadukan kepada polisi," ujar Hasto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasto mengatakan kritikan terhadap pemerintah dilakukan karena rasa sayang dan cinta kepada Tanah Air. Dia mengatakan Indonesia juga dibangun dengan suatu dialektika.

"Maka Pak Basarah tadi mengatakan bagaimana seminar ini menjadi suatu dialektika pemikiran. Kalau kita kritik pemerintah, bukan berarti kita tidak ingin pemerintah berhasil. Justru ketika kita kritik pemerintah, itu karena kita sayang, cinta Tanah Air, kepada Republik ini, Saudara-saudara sekalian," ujarnya.

Dia mengatakan Indonesia harus menjadi sumber teladan bahwa tak masalah jika perbedaan ide dan pemikiran digerakkan dengan semangat untuk kemajuan bangsa. Dia menuturkan hal itu penting dalam negara demokrasi.

"Maka dengan belajar narasi pembebasan dari Konferensi Asia Afrika, kita tidak hanya menggelorakan semangat kepemimpinan Indonesia bagi dunia, tapi di dalam juga kita serukan, kita harus menjadi sumber keteladanan bahwa perbedaan-perbedaan ide dan pemikiran selama digerakkan oleh semangat rasa cinta Tanah Air untuk kemajuan bangsa itu bukan hal yang diharamkan, tetapi itu penting dalam hal demokrasi," tuturnya.

Dia mengatakan PDIP harus menjadi partai yang kokoh, progresif, dan berdiri tegak dalam menghadapi berbagai tekanan. Dia mengatakan freedom of speech, freedom to organize the people, freedom of press, termasuk berjalannya fungsi DPR RI sebagai checks and balances di dalam konstruksi sistem politik, harus diperjuangkan demi sehatnya Indonesia dalam mencapai tujuan bernegara.

"Narasi pembebasan itulah yang kita temukan di dalam seminar ini. Dan untuk itu, jangan pernah lelah berjuang bagi Indonesia kita karena di dalam akhir dari komunike ini dikatakan dengan sangat tegas bahwa Indonesia berdiri di muka dalam perjuangan pembebasan. Kita harus memberikan suatu pelajaran kepada dunia bahwa tidak ada penindasan-penindasan yang terjadi di bumi Indonesia tercinta," ujarnya.

(mib/aik)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |