Lumajang -
Kepala Desa (Kades) Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Lumajang, bernama Sampurno dikeroyok oleh 10 orang. Tindakan itu rupanya dipicu oleh ucapan Sampurno yang dianggap menyinggung salah satu pelaku di sebuah pengajian.
Peristiwa itu bermula saat Kades Sampurno hadir di sebuah pengajian pada Selasa (14/4) di Kecamatan Ranuyoso. Di atas panggung, Sampurno disebut mengeluarkan ucapan dengan nada tinggi dan kalimat yang menyinggung sejumlah orang di lokasi.
"Pelaku, kemudian saksi dan korban sendiri, mengikuti acara pengajian di Kecamatan Ranuyoso. Pada saat itu, Pak Kepala Desa (Sampurno) diperhatikan diamati oleh beberapa jemaah itu mengeluarkan suara dengan intonasi yang agak keras mungkin kalimat-kalimat yang dirasa menyinggung perasaan beberapa orang," kata Kapolres Lumajang AKBP Alexx Sandy Siregar dilansir detikJatim, Sabtu (18/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pelaku sempat meminta klarifikasi atas pernyataan Sampurno, tapi Kades Pakel itu justru merespons dengan kasar. Para pelaku itu kemudian mendatangi rumah kepala desa dengan dua unit mobil hingga akhirnya terjadi pengeroyokan terhadap Sampurno.
"Memang menimbulkan rasa tidak nyaman dari para pelaku ini atas sikap yang dilakukan tanpa disadari Pak Kepala Desa sehingga terjadilah pengeroyokan dengan menggunakan beberapa alat," beber Alex.
Total 10 orang pelaku pengeroyokan diamankan petugas. Mereka ditangkap di sejumlah lokasi yang berbeda, sementara beberapa di antaranya memilih menyerahkan diri ke pihak kepolisian.
Kasus ini masih dalam penyelidikan kepolisian. Polisi juga mendalami keterlibatan seorang warga bernama Dani yang sempat disebut oleh korban meski tak berada di TKP.
Baca selengkapnya di sini.
(ygs/dhn)


















































