Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan Presiden Prabowo Subianto mendorong agar dilakukan digitalisasi bantuan sosial (bansos). Pemerintah juga berkomitmen membuka ruang koreksi data penerima bansos sebagai asas transparansi.
"Pemerintah dibawa arahan bahwa Presiden Prabowo ini tidak ingin tertutup, kita semua buka, kita perbaiki bersama-sama. Pemerintahnya membuka, datanya juga disampaikan ke masyarakat, masyarakat boleh mengkoreksi, boleh memperbaiki," kata Gus Ipul saat memimpin apel pagi di Kementerian Sosial (Kemensos), Senin (14/9/2026).
Dia mengatakan Kemensos turut melakukan konsolidasi data secara nasional sejak terbitnya Inpres nomor 4 tahun 2025. Dia mengatakan dalam konsep digitalisasi bansos, semua pihak bisa mengajukan diri dan menyanggah data penerima bansos.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gus Ipul menyadari saat ini data penerima bansos masih belum benar-benar akurat. Dia mengatakan keterbukaan data dan ruang sanggah yang dibuka diharapkan akan memperbaiki data sebelum digitalisasi bansos diterapkan secara nasional.
"Nah alhamdulillah sekarang ini dengan adanya keterbukaan sistem yang dibangun, saluran-saluran yang sudah disiapkan, lebih dari 4 juta keluarga penerima manfaat yang baru. Sebelumnya belum pernah dapat bantuan, tapi selama 2 tahun ini mereka hasil pemutakhiran bisa mendapatkan bantuan sosial. Nah kemudian ditindaklanjuti dengan langkah digitalisasi bansos," ungkapnya.
Dia mengatakan pada Oktober 2026 akan dilakukan uji coba digitalisasi bansos di 250 kabupaten/kota. Ditargetkan penerapan digitalisasi bansos tingkat nasional dilakukan 2027.
Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan Presiden Prabowo Subianto mendorong dibuatnya digitalisasi bantuan sosial (bansos). (Sohnya NR/detikcom)
"Intinya dengan digitalisasi bansos ini, diharapkan memang yang berhak itu, itu memang memenuhi syarat untuk memperoleh perlindungan sosial. Jadi nanti melalui sistem yang sudah disiapkan, masyarakat bisa mengajukan diri, nanti yang menjawab adalah mesin. Apakah keluarga tersebut layak mendapatkan bantuan atau tidak," katanya.
Ajakan Jadi Agen Perlinsos
Gus Ipul juga mengajak masyarakat lain berpartisipasi menjadi bagian Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos). Agen ini akan membantu masyarakat lingkungan untuk memastikan bansos tepat sasaran.
"Tugasnya apa? Membantu tetangga-tetangganya terlebih dulu yang mungkin berhak mendapatkan bantuan sosial melalui program perlinsos, perlindungan sosial. Jadi bisa mengusulkan. Maka kita beri nama ini Gerakan Nasional Peduli Tetangga," tuturnya.
Dia mengatakan cara bergabung menjadi Agen Perlinsos hanya perlu mendaftar di situs Perlinsos Kemensos. Dia mengatakan program Agen Perlinsos dalam Gerakan Nasional Peduli Tetangga merupakan bagian upaya bersama menyalurkan bansos tepat sasaran.
"Membantu orang lain yang belum masuk dalam data, dimasukkan nanti datanya akan diolah lebih lanjut oleh sistem, diverifikasi juga oleh DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional), dan mesinnya akan menjawab adakah keluarga yang kita usulkan itu belum mendapatkan bantuan sosial," katanya.
(jbr/dhn)


















































