BPJN Aceh Kebut Pembangunan Saluran Air Beton di Ruas Beutong-Celala

2 hours ago 1

Jakarta -

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh mempercepat pembangunan tiga saluran air beton berbentuk box culvert di Ruas Beutong-Celala, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya. Infrastruktur senilai sekitar Rp 3 miliar tersebut ditargetkan rampung pada Oktober 2026 untuk melindungi akses warga dari ancaman erosi, banjir, dan longsor.

Ruas Beutong-Celala sempat terputus akibat bencana hidrometeorologi sehingga wilayah di sekitarnya terisolasi dari arah Nagan Raya maupun Takengon. Pembangunan box culvert menjadi bagian dari penanganan permanen untuk mengendalikan aliran air saat hujan deras agar tidak kembali menggerus lereng dan badan jalan.

Project Manager Penanganan Bencana Alam Ruas Genting Gerbang - Jeuram, Feri Ejin, mengatakan box culvert dirancang dengan dimensi 3×6 meter atau lebih besar daripada struktur sebelumnya. Kapasitas tersebut disiapkan agar air dapat ditampung dan dialirkan secara lebih aman ketika debit meningkat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dimensinya diperbesar dibandingkan sebelumnya. Dengan ukuran 3×6 meter, kami berharap aliran air saat hujan deras dapat tertampung dan terbuang dengan lebih baik sehingga kejadian seperti tahun lalu tidak terulang," kata Feri dalam keterangan tercatat, Selasa (18/8/2026).

Pembangunan dilakukan pada tiga titik dengan tantangan utama berupa distribusi material menuju lokasi. Material harus menempuh perjalanan hampir 50 kilometer melalui medan menanjak dan terjal. Kondisi tersebut membuat kapasitas angkut setiap truk dibatasi sekitar tujuh meter kubik dengan frekuensi rata-rata satu perjalanan per hari.

"Tantangannya adalah memastikan material sampai dan selalu tersedia di lokasi. Medannya cukup ekstrem sehingga kapasitas truk terbatas, sedangkan semen dan material lainnya harus terus dipasok agar pekerjaan tidak terhenti," ujar Feri.

Untuk mengejar target, BPJN Aceh mengerahkan 9 ekskavator, 10 dump truck, 1 tandem roller, 1 dozer, dan sejumlah peralatan pendukung. Jumlah tenaga kerja serta jam operasional juga disesuaikan. Ketika cuaca cerah, pekerjaan diperpanjang untuk mengganti waktu yang hilang akibat hujan.

Kepala Urusan Tata Usaha Pejabat Pembuat Komitmen 2.7 Aceh Fachrun Rizaldi mengatakan percepatan diperlukan karena ruas tersebut menjadi akses penting bagi mobilitas masyarakat.

"Kami melakukan percepatan karena daerah ini sempat terisolasi. Dari arah Nagan Raya tidak bisa masuk, demikian pula dari arah Takengon," kata Fachrun.

Setelah box culvert selesai, jalur tersebut diharapkan lebih tangguh menghadapi peningkatan debit air sekaligus menjaga pergerakan orang, barang, dan aktivitas ekonomi warga.

Perwakilan Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera (Satgas PRR) dari Kementerian Dalam Negeri Imran menegaskan penguatan infrastruktur harus membuat masyarakat merasa lebih aman menghadapi musim hujan.

"Ketika curah hujan dan debit air meningkat, masyarakat harus tetap merasa nyaman dan terlindungi," ujar Imran.

Satgas PRR juga mendorong penguatan koordinasi antara BPJN Aceh, pemerintah daerah, pelaksana pekerjaan, dan unsur terkait untuk mengatasi hambatan distribusi material maupun cuaca.

(anl/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |