Anggota DPR Minta Kemenkes Turunkan Dokter Keliling untuk Korban Gempa NTT

4 hours ago 3

Jakarta -

Anggota Komisi IX DPR sekaligus Ketua DPP NasDem, Irma Suryani Chaniago, menyampaikan dukacita atas peristiwa gempa di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Irma meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan layanan kesehatan yang lebih aktif kepada para korban dan pengungsi.

"Kementerian Kesehatan harus jemput pasien (datangi) pasien yang tidak sanggup ke pos kesehatan dengan dokter kelilingnya, agar pasien tidak perlu susah menuju ke pos kesehatan dengan tandu dan lain-lain," ujar Irma kepada wartawan, Selasa (18/8/2026).

Irma juga menyoroti kebutuhan obat-obatan bagi para pengungsi. Dia mengatakan obat untuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh sangat dibutuhkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Obat-obatan khusus seperti untuk ISPA dan vitamin daya tahan tubuh juga sangat dibutuhkan oleh para pengungsi selain jamban dan air bersih tentunya," katanya.

Lebih lanjut, Irma menilai keberadaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) harus membuat penanganan bencana lebih terkoordinasi. Dia juga meminta agar pengalaman penanganan bencana di Aceh dijadikan pelajaran.

"Kalau tidak salah kan sudah ada Badan Penanggulangan Bencana, harusnya kasus Aceh bisa jadi pelajaran, jangan sampai ada lagi pembuatan sumur bor Rp 150 juta. Kita sebagai wakil rakyat akan mengawal semua kebutuhan anggaran yang digelontorkan untuk kepentingan merevitalisasi dan bantuan pada para pengungsi," tuturnya.

Peristiwa gempa di NTT terjadi pada Sabtu (16/8). Puluhan orang meninggal dalam peristiwa tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat sebanyak 7.968 rumah warga mengalami kerusakan hingga Senin (17/8) kemarin akibat gempa dengan magnitudo 7. Selain itu, ada 774 fasilitas umum (fasum) dan infrastruktur yang rusak.

"Sampai dengan Senin kemarin jumlah rumah yang tercatat mengalami kerusakan ringan hingga berat mencapai 7.968 unit rumah," kata Kepala BPBD NTT Mahadin Sibarani dalam laporannya yang diterima di Kupang, seperti dilansir Antara, Selasa (18/8).

Selain rumah warga, lanjutnya, tercatat 744 fasilitas umum (fasum) dan infrastruktur mengalami kerusakan akibat gempa. Angka tersebut masih merupakan hasil pendataan sementara dan dapat berubah seiring proses verifikasi di lapangan.

Tonton juga video "BPOM Pastikan Keamanan Pangan dan Obat untuk Korban Gempa NTT"

(amw/whn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |