Ayah dan Anak Bunuh Tukang Cilok di Tangerang, Korban Disayat Cutter

4 hours ago 1
Tangerang -

Ayah berinisial BT (41) dan anaknya, MS (17), membunuh rekan sesama tukang cilok berinisial P (33) di sebuah kontrakan di Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten. Mereka dengan kejam menghabisi nyawa korban dengan cara disayat menggunakan pisau cutter hingga dipukul dengan tabung gas Elpiji.

Kapolresta Tangerang, Kombes Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, mengatakan korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah pada Selasa (2/6). Terdapat tanda luka senjata tajam dan memar akibat hantaman benda tumpul di tubuh korban.

"Di tubuh korban terdapat delapan luka yang diduga disebabkan sabetan senjata tajam. Kemudian, selain itu, ditemukan juga memar di beberapa bagian tubuh korban, dan diduga korban sudah meninggal 20 jam sebelum akhirnya ditemukan," kata Indra Waspada, Selasa (9/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indra Waspada pun menyampaikan kronologi pembunuhan yang dilakukan pada Senin (1/6/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Korban dan kedua pelaku diketahui berada dalam satu kontrakan. Saat kejadian, korban sedang tertidur di kamarnya.

"Korban tengah tertidur, langsung dibekap dengan handuk oleh tersangka MS. Sementara tersangka BT menyayat leher korban menggunakan pisau cutter," ujar Indra Waspada.

Kekejaman pelaku tidak sampai di situ. Pelaku juga memukul korban beberapa kali dengan tabung gas Elpiji.

"Tersangka BT juga menghantam kepala korban dengan tabung gas 3 kilo sebanyak empat kali," katanya.

Kedua pelaku akhirnya berhasil ditangkap di Terminal Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Jumat (5/6). Keduanya diketahui hendak melarikan diri ke daerah Salatiga, Jawa Tengah. Atas perbuatannya, dua tersangka sudah ditahan dan dijerat pasal pembunuhan berencana.

"Para tersangka dijerat dengan Pasal 459 dan atau Pasal 458 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara selama 20 tahun," katanya.

Motif Dendam

Sebelumnya, polisi mengungkap motif di balik pembunuhan terhadap pedagang cilok berinisial P tersebut. Pelaku berinisial MS yang juga berprofesi sebagai pedagang cilok mengaku dendam karena kerap diperas dan diancam oleh korban.

"Korban dan pelaku adalah teman satu profesi jualan cilok. Korban kerap meminjam uang kepada pelaku dan mengancam apabila tidak diberikan," ujar Kapolresta Tangerang Kombes Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah saat dihubungi, Minggu (7/6).

Kombes Andi mengatakan, korban merasa senior dalam profesinya karena MS baru beberapa hari bekerja dan baru bergabung di kontrakan tersebut.

"Karena korban merasa senior dalam profesi tersebut, sedangkan pelaku baru beberapa hari kerja dan bergabung di kontrakan tersebut," tuturnya.

Ia menambahkan, berdasarkan pemeriksaan, pelaku mengaku kerap dipaksa meminjamkan uang. Korban juga sering melontarkan ancaman apabila keinginannya tidak dituruti oleh pelaku.

"Di atas adalah keterangan dari pelaku, karena sering diminta pinjam uang dan diancam oleh korban apabila tidak menuruti keinginan korban," katanya.

Tonton juga video "Fakta-fakta Sate Beracun Menantu di Boyolali"

(aik/lir)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |