Hanura Ganti Logo Jadi Kepala Singa, Ini Maknanya

2 hours ago 2

Jakarta -

Partai Hanura mengganti logo partai menjadi bergambar wajah Singa. Sekjen Partai Hanura Benny Rhamdani menjelaskan makna logo baru tersebut.

Berdasarkan gambar yang dilihat detikcom, Rabu (26/8/2026), Partai Hanura kini berganti logo. Tampak wajah Singa dengan nuansa warna oranye khas Hanura.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Benny Rhamdani lantas menjelaskan terkait logo baru tersebut. Ia menekankan pergantian logo partai merupakan hal yang biasa.

"Pergantian logo partai adalah hal biasa yang juga pernah dilakukan oleh partai-partai politik di Indonesia," kata Benny saat dikonfirmasi.

Ia menegaskan yang dilakukan Partai Hanura bukan sekadar mengganti gambar, warna, atau identitas visual. Menurutnya, ada makna lain di balik itu.

"Ini merupakan bagian dari proses transformasi Partai Hanura untuk menghadapi perubahan zaman, perubahan karakter pemilih, dan tantangan politik Indonesia ke depan, tanpa meninggalkan nilai dasar yang sejak awal menjadi jiwa perjuangan partai politik yang bersumber dari hati nurani," ucao dia.

Ia menegaskan Partai Hanura tidak ingin menjadi partai politik yang hanya hidup menjelang pemilu. Dia memastikan partainya akan terus memperbarui cara bekerja, cara berkomunikasi, cara hadir di tengah masyarakat, dan cara menerjemahkan ideologinya agar tetap relevan dengan zaman.

"Karena itu, perubahan logo merupakan simbol lahiriah dari perubahan yang lebih besar di dalam tubuh Partai Hanura, pembaruan organisasi, penguatan kader, modernisasi sistem politik, konsolidasi berbasis data, dan penegasan kembali keberpihakan kepada rakyat dan daerah," ujar dia.

Ia lantas menjelaskan simbol kepala singa yang kini jadi logo utama partai. Menurutnya, singa melambangkan keberanian hingga kepemimpinan.

"Identitas kepala singa sebagai simbol keberanian, keteguhan, daya juang, kepemimpinan, keberanian mengambil sikap dan pelindung atas setiap aspirasi rakyat dan kehendak daerah," jelas dia.

"Bagi Partai Hanura, keberanian politik bukan keberanian untuk berkuasa semata. Keberanian harus diwujudkan dalam keberpihakan: keberanian membela rakyat ketika kepentingannya terpinggirkan, keberanian memperjuangkan daerah ketika pembangunan terlalu tersentralisasi, keberanian mengoreksi kekuasaan ketika menjauh dari kepentingan rakyat, dan keberanian menjaga Indonesia sebagai negara yang adil bagi seluruh wilayah dan seluruh warga negaranya," lanjutnya.

Ia mengatakan simbol Hanura saat ini membawa pesan berpihak kepada daerah. Dia mengatakan Indonesia terdiri dari beragam pulau dan kebudayaan.

"Kami percaya Indonesia tidak akan kuat apabila daerahnya lemah. Republik ini dibangun bukan hanya dari Jakarta, tetapi dari desa, kecamatan, kabupaten, kota, provinsi, pulau-pulau terluar, kawasan perbatasan, serta jutaan rakyat yang hidup dan bekerja jauh dari pusat kekuasaan. Memperkuat daerah berarti memperkuat Republik Indonesia," imbuh dia.

Lebih lanjut, Benny menegaskan pergantian logo bukan berarti meninggalkan sejarah Hanura. Namun, dia meyakini pergantian logo akan membawa partainya menjadi lebih kuat.

"Justru sebaliknya, kami sedang membawa nilai yang kami yakini benar ke dalam bahasa politik yang lebih kuat dan relevan bagi generasi hari ini. Hati Nurani tetap menjadi jiwa Hanura. Yang berubah adalah energi, ekspresi, cara bergerak, dan cara kami menghadirkan perjuangan itu kepada rakyat," lanjut dia.

Dia menegaskan Hanura sedang memasuki fase baru yang lebih modern organisasinya, lebih disiplin kadernya, lebih dekat dengan rakyat, lebih berani menyuarakan kepentingan daerah, dan lebih jelas posisi politiknya.

"Jadi kalau ditanya mengapa Hanura mengganti logo, jawabannya sederhana, karena kami sedang memperbarui wajah perjuangan, bukan mengganti jiwa perjuangan," tutur dia.

Simak juga Video 'Pesan OSO di Bukber Hanura: Kita Dipilih Rakyat, Masyarakat Lebih Penting':

(maa/amw)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |