ABK di Mimika Diperbudak 3 Tahun Tanpa Diupah hingga Alami Stroke

5 hours ago 5

Jakarta -

Seorang anak buah kapal (ABK) menjadi korban sindikat tenaga kerja ilegal kapal tangkap ikan di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Korban bisa dipulangkan ke kampungnya di Lampung Selatan setelah tiga tahun bekerja tanpa diberi upah.

Kepala Dinas Sosial Lampung Selatan, Puji Sukamtodi Kalianda, mengatakan korban tersebut bernama Ismi Ali (40), warga Desa Bulok, Kecamatan Kalianda. Korban mengalami stroke dan gejala depresi saat berada di salah satu rumah warga di Timika.

"Alhamdulillah, kondisi kesehatan Ismi telah membaik setelah mendapatkan perawatan yang dibantu para relawan sosial Kabupaten Mimika. Hari ini Ismi dipulangkan. Ia berangkat dari Mimika pukul 10.00 WIT dan akan tiba di Lampung sekitar pukul 20.00 WIB," kata Puji, dilansir Antara, Rabu (15/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan proses pemulangan Ismi telah dilakukan, termasuk pemenuhan seluruh persyaratan kelayakan terbang. Diperkirakan, Ismi akan tiba di Bandara Raden Intan Lampung pada Rabu (15/4), sekitar pukul 20.00 WIB.

Puji mengatakan Ismi menjadi korban calo tenaga kerja kapal dan dijanjikan upah besar melalui media sosial. Namun, pada kenyataannya, selama tiga tahun bekerja Ismi tidak pernah menerima bayaran sepeser pun dari pihak kapal.

"Ismi sudah bekerja selama tiga tahun dan belum pernah menerima upah. Alat komunikasinya juga diambil oleh pihak calo yang mengantarkannya ke Jakarta," ujarnya.

Karena tidak mampu lagi bertahan dalam jerat kerja paksa di kapal tangkap ikan di perairan Papua, Ismi nekat melarikan diri dari kapal dan bersembunyi di Timika.

"Kejadian ini menjadi pengingat bahwa masyarakat harus lebih berhati-hati dalam menerima informasi, khususnya terkait lowongan pekerjaan, serta tidak mudah percaya pada janji atau iming-iming yang tidak masuk akal," tuturnya.

Kejadian tersebut bermula setelah pihaknya menerima laporan tentang adanya peristiwa itu. Setelah itu Dinas Sosial Kabupaten Lampung Selatan langsung melakukan koordinasi lintas daerah untuk memastikan keberadaan serta kondisi kesehatan Ismi.

"Berdasarkan informasi yang diperoleh, melalui koordinasi tersebut, relawan sosial dari Kabupaten Mimika kemudian menjemput dan merawat Ismi di rumah sakit setempat. Setelah kondisinya dinyatakan memungkinkan untuk melakukan perjalanan, para relawan segera mengurus proses pemulangan," pungkasnya.

Lihat juga Video 'Kondisi 5 ABK 12 Jam Terombang-Ambing Seusai Kapal Karam di Trenggalek':

(wnv/zap)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |