6 Fakta Kebakaran di Jakbar Tewaskan Sekeluarga

3 hours ago 3
Jakarta -

Nasib pilu menimpa sebuah keluarga di Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Lima orang sekeluarga ditemukan tewas terjebak saat kebakaran melanda rumah mereka.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (17/4) pukul 02.18 WIB. Rumah para korban merupakan objek yang terbakar.

"Objek kebakaran rumah tinggal. Korban jiwa 5 orang," kata Kasiops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakbar, Achmad Saiful Kahfi, Jumat (17/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. 55 Personel dan 11 Unit Mobil Damkar Dikerahkan

Pada penanganan awal, sebanyak 8 unit mobil damkar beserta 40 dikerahkan ke lokasi kebakaran. Operasi pemadaman dimulai pukul 02.23 WIB.

Damkar menambah kekuatan untuk penanganan kebakaran menjadi 11 unit mobil damkar dan 55 personel. Operasi pemadaman kebakaran dinyatakan selesai pukul 04.53 WIB.

"Sekitar pukul 03.55 WIB, petugas telah menemukan korban yang sudah tidak bernyawa di lantai 2 sebanyak 5 orang," katanya.

2. Tewas Terjebak Asap

Satu keluarga yang terdiri dari lima orang menjadi korban tewas dalam kebakaran rumah di Grogol Petamburan, Jakarta Barat (Jakbar). Sekeluarga tewas karena terjebak asap.

"Korbannya lima orang, satu keluarga. Mereka terjebak asap," kata Perwira Piket Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Barat Abdul Syukur saat dikonfirmasi dilansir kantor berita Antara.

Kebakaran maut itu terjadi di Jalan Rambutan Timur 6 RT 05 RW 04, Kelurahan Tanjung Duren Utara, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakbar. Kebakaran dilaporkan ke petugas pukul 02.18 WIB.

Abdul mengungkap kebakaran diduga akibat korsleting listrik yang terjadi di tiang listrik depan rumah korban. Api kemudian dengan cepat masuk ke dalam rumah ketika

Pihak pemadam mengaku kesulitan memadamkan api. Hal itu, katanya, karena kondisi rumah korban yang digembok dari dalam dan dipasangi teralis besi.

"Kesulitannya, karena rumah itu digembok. Kita jebol paksa akhirnya untuk masuk ke rumah tersebut," terang Abdul.

Setelah api dipadamkan, petugas langsung mengevakuasi seluruh korban dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah lalu dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.

3. Dipicu Korsleting Listrik

Hasil pengusutan awal, kebakaran itu diduga dipicu masalah kelistrikan.

"Dugaan penyebab sementara, diduga adanya fenomena listrik," kata Kasiops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakbar, Achmad Saiful Kahfi, Jumat (17/5/2026).

Kebakaran terjadi pada Jumat (17/40 dini hari. Operasi pemadaman dimulai pukul 02.23 WIB. Api dapat dipadamkan pukul 02.52 WIB yang dilanjutkan dengan proses pendinginan.

Petugas melanjutkan dengan penyisiran sisa api dan penguraian material di lokasi kebakaran untuk mencegah penyalaan api kembali. Damkar menambah kekuatan untuk penanganan kebakaran menjadi 11 unit mobil damkar dan 55 personel.

"Sekitar pukul 03.55 WIB, petugas telah menemukan korban yang sudah tidak bernyawa di lantai 2 sebanyak 5 orang," katanya.

Luas area yang terbakar sekitar 40 meter persegi. Operasi pemadaman kebakaran dinyatakan selesai pukul 04.53 WIB. Rumah yang terbakar merupakan bangunan 2 lantai. Pada lantai 1, bagian depan rumah tersebut terpasang pagar.

4. Temuan Sepeda Listrik yang Sedang di-Charge

Kebakaran rumah di Grogol Petamburan, Jakarta Barat (Jakbar), menewaskan 5 orang. Polisi mengungkapkan, berdasarkan keterangan petugas pemadam, terdapat sepeda listrik yang tengah diisi daya di dalam rumah korban.

"Informasi yang kami dapat dari petugas, itu di dalam (rumah), itu ada sepeda listrik yang sedang di-charge," kata Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan AKP Alexander Tengbunan, dilansir Antara, Jumat (17/4/2026).

Meski demikian, polisi belum dapat memastikan hubungan antara sepeda listrik yang tengah diisi daya itu dan kebakaran tragis tersebut. Alex mengatakan Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) akan mendatangi lokasi kebakaran untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Nah, untuk memastikan itu, kita sudah melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara), sudah dipasang police line. Sore, petugas dari Labfor dari Bogor akan menuju ke Grogol Petamburan, Tanjung Duren, untuk melakukan penyelidikan secara saintifik," tutur Alex.

5. Warga Dengar Suara Ledakan

Warga mengungkap detik-detik kebakaran yang menewaskan satu keluarga di Kawasan Grogol Petamburan, Tanjung Duren Utara, Jakarta Barat. Peristiwa bermula dari suara mencurigakan yang terdengar sebelum api tiba-tiba membesar dari dalam rumah korban.

Salah satu warga, Delsi (45), mengatakan istrinya terbangun sekitar pukul 01.30 WIB karena mendengar suara seperti aliran air menyala dari arah rumah korban. Karena penasaran, istrinya lalu mengintip dari jendela.

"Pas ngintip, ternyata api sudah besar di bawah," kata Anto saat ditemui di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, Sabtu (18/4/2026).

Melihat kobaran api, Delsi bersama keluarganya langsung berteriak kebakaran untuk membangunkan warga sekitar. Sejumlah warga kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi sekitar pukul 02.00 WIB.

Warga lainnya, Septio (21), menyebut sebelum api membesar, sempat terdengar suara ledakan. Ia menduga percikan api berasal dari kabel listrik di luar rumah yang kemudian merembet ke bagian dalam.

"Awalnya dengar suara letupan, terus apinya kelihatan makin besar. Diduga dari kabel di tiang listrik, keluar api, nyambung ke kabel yang masuk ke rumah," ujarnya.

Api dengan cepat membesar karena di bagian teras rumah terdapat kendaraan, termasuk sepeda motor dan sepeda listrik. Bahkan, diduga terjadi ledakan dari kendaraan yang terbakar.

Saat kejadian, para penghuni rumah diketahui sedang tertidur. Warga sempat mencoba menghubungi korban, namun tidak mendapat respons.

"Posisinya lagi tidur semua. Sempat diteleponin juga nggak ada yang angkat, mungkin baru sadar pas api sudah besar," ucapnya.

6. Teralis Jadi Hambatan Damkar Padamkan Api

Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainah mengungkapkan teralis besi yang terpasang pada rumah menjadi kendala bagi petugas dalam memadamkan kebakaran di Tanjung Duren Utara, Grogol Petamburan, Jakarta Barat (Jakbar). Akibat kebakaran tersebut, lima orang sekeluarga tewas di lokasi.

"Satu hal yang menjadi perhatian kita, sejujurnya bahwa rumah tersebut memang ada teralis besi. Ini menyulitkan juga proses (pemadaman)," kata Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainah dilansir Antara, Sabtu (18/4/2026).

Menurutnya, petugas kesulitan mengevakuasi korban karena adanya teralis tersebut. Kondisi itu menjadi perhatian Iin terhadap rumah-rumah di Jakarta Barat.

"Sehingga kita berharap juga nanti mungkin bisa menjadi perhatian, memang untuk keamanan, tetapi akan menyulitkan juga ketika ada evakuasi," kata Iin.

Menurut Iin, petugas menemukan lima korban terjebak di lantai dua rumah. Ia menduga para korban berusaha menyelamatkan diri, namun sudah terjebak api.

"Pada saat kejadian, api kan mulai dari bawah, dari lantai satu. Lima orang tadi yang tinggal di dalam, mereka menyelamatkan dirinya ke atas, ke lantai atas. Mungkin pada saat dia turun ini, korban tidak bisa keluar lagi karena sudah terkepung api," ujar Iin.

Ia mengimbau masyarakat agar memperhitungkan risiko secara lebih hati-hati saat akan memasang teralis besi pada rumah.

Iin mendorong dilakukannya investigasi penyebab kebakaran yang menewaskan satu keluarga di Jalan Rambutan Timur VI, Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jumat dini hari. Ia mengatakan, untuk sementara kebakaran itu diduga terjadi akibat arus pendek listrik.

"Hari ini juga kita lihat penyebabnya adalah listrik, kondisi listrik, yang masih terus didalami dari sisi investigasi sebab utama dari korsleting listrik tersebut," kata Iin.

(ygs/ygs)


Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |