Huntara di Jalan Kramat Raya dihuni 69 KK atau 275 warga eks bantaran rel Senen. Ini adalah kado dari Presiden Prabowo Subianto.
Suasana aktivitas warga di Hunian Sementara (Huntara), Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (8/9/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Huntara yang diperuntukkan bagi warga yang sebelumnya tinggal di bantaran rel kerete kini sudah mulai ditempat. Proyek ini merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam program penataan kawasan permukiman sekaligus relokasi warga yang sebelumnya tinggal di atas rel. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Data dari petugas di lokasi, dari total 324 unit hunian yang tersedia telah diisi sebanyak 69 unit hunian. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Warga sudah mulai akhir bulan Juni lalu atau sudah hampir tiga bulan menempati Huntara tersebut. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Warga yang sudah mulai menempati Huntara tersebut sebanyak 69 KK atau 275 orang dan berasal dari eks bantaran rel Pasar Gaplok, Senen. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Nur, salah satu penghuni baru bersama anggota keluarganya. Ia sebelumnya tinggal di sekitar rel dan kini merasakan perubahan sederhana namun berarti. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Fasilitas taman bermain yang berada di kawasan Huntara tersebut juga telah dapat dimanfaatkan. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Dapur bersama warga Huntara juga telah dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Pemerintah menggratiskan sewa Huntara bagi warga bantaran rel Senen selama enam bulan pertama termasuk biaya air dan listrik. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Bagi warga yang selama bertahun-tahun hidup di tepi rel, perpindahan ini bukan sekadar perubahan alamat. Dari tempat tinggal yang selalu dibayangi deru kereta, mereka kini memiliki ruang untuk beristirahat, bermain, dan menjalani keseharian dengan rasa aman yang lebih besar. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

















































