Masker Langka, Ini Cara Alternatif Lindungi Diri dari Abu Vulkanik

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Masyarakat diimbau untuk mengenakan masker demi melindungi diri dari paparan abu vulkanik yang dimuntahkan Gunung Anak Krakatau. Sayangnya, permintaan masker yang meningkat di wilayah Jabodatabek membuat barang tersebut mulai langka di pasaran. Kalaupun ada, harganya sudah naik tinggi. 

Perlu diketahui, abu vulkanik terdiri atas pecahan batuan gunung api berdiameter kurang dari 2 milimeter, ukurannya bisa menyerupai butiran pasir hingga sangat halus seperti bedak, menurut International Volcanic Health Hazard Network (IVHHN).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan setidaknya terdapat tiga masalah kesehatan yang perlu diwaspadai masyarakat akibat paparan abu vulkanik, yakni gangguan pernapasan, iritasi mata, dan kulit. 

Kelompok yang paling berisiko adalah penderita asma, bronkitis, emfisema, gangguan paru lainnya, serta penyakit jantung berat. Anak dengan asma juga dapat mengalami batuk, sesak dada, dan mengi, terutama ketika bermain di luar ruangan saat abu masih beterbangan.

Cara Melindungi Diri dari Abu Vulkanik selain Masker

IVHHN menyarankan masyarakat tetap berada di dalam rumah jika memungkinkan dan menutup pintu serta jendela. Aktivitas berkendara juga perlu dibatasi karena kendaraan dapat menerbangkan kembali abu yang telah mengendap.

Apabila harus berkendara, kurangi kecepatan dan jaga jarak lebih jauh dengan kendaraan di depan. Hujan memang dapat memperbaiki kualitas udara untuk sementara, tetapi abu bisa kembali beterbangan setelah mengering.

Jika masker standar tidak tersedia, kain dapat digunakan sebagai pelindung sementara untuk menyaring partikel yang lebih besar. Basahi kain dengan sedikit air agar meningkatkan kemampuannya dalam menyaring abu.

Anak-anak Perlu Mendapat Perhatian Khusus

Anak menghadapi risiko serupa dengan orang dewasa, tetapi dapat terpapar lebih banyak karena tubuhnya lebih kecil dan belum mampu menerapkan tindakan pencegahan secara konsisten.

Saat abu masih berada di udara, anak sebaiknya tetap berada di dalam rumah dan tidak melakukan aktivitas berat seperti berlari. Aktivitas fisik membuat anak bernapas lebih cepat sehingga partikel halus dapat masuk lebih dalam ke paru-paru.

Jika harus keluar rumah, anak perlu memakai masker dengan ukuran yang sesuai. Mereka juga harus dijauhkan dari area yang memiliki tumpukan abu tebal dan tidak diperbolehkan bermain dengan material tersebut.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |