Jakarta -
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus mendorong percepatan pembentukan Desa Siaga Tuberkulosis (TB) di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat pencegahan dan penanggulangan TB hingga tingkat desa.
"Dari 460 desa yang ada di Kebumen, baru 13 desa yang sudah menjadi Desa Siaga. Jadi belum sampai 10 persen. Nah, ini menjadi PR kita bersama," ujar Wiyagus dalam keterangannya, Rabu (16/9/2026).
Hal ini disampaikannya saat menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis Pemerintah Kabupaten Kebumen di GOR Tanuharjo, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Selasa (15/9).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wiyagus menjelaskan pembentukan Desa Siaga TB diperlukan untuk mendukung penyaluran intervensi pemerintah ke masyarakat. Setiap desa setidaknya perlu menunjuk dua kader TB untuk membantu pelaksanaan upaya penanggulangan penyakit tersebut.
Ia menilai penanggulangan TB perlu lebih diarahkan pada aspek pencegahan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan perhatian kepada masyarakat yang memiliki kontak erat dengan suspek TB agar risiko penularan dapat ditekan.
"Pusat akan memberikan pembinaan dan pengawasan kepada pemerintah daerah untuk meyakinkan bahwa masalah kesehatan ini masuk dalam dokumen perencanaan, baik RPJMD, RKPD, rencana strategis OPD, dan terakhir tentunya harus ada di APBD," ungkapnya.
Wiyagus menekankan penanggulangan TB membutuhkan kolaborasi lintas pemerintahan secara berjenjang. Pemerintah pusat akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, yang selanjutnya diteruskan kepada pemerintah kabupaten/kota, kecamatan, desa dan kelurahan, hingga tingkat RT/RW.
Ia mengatakan kolaborasi tersebut diperlukan agar penanganan TB dapat berjalan secara terpadu dan menjangkau masyarakat secara lebih luas. Wiyagus juga mengajak seluruh pihak memperkuat komitmen bersama dalam penanggulangan TB, mulai dari pencegahan dan penemuan kasus hingga pengobatan agar pasien dapat sembuh secara tuntas.
"Dengan kolaborasi yang kuat, insyaallah kita bisa keluar dari angka peringkat kedua dunia. Target kita tiga tahun," pungkas Wiyagus.
Tonton juga video "Wamendagri Tegur Pemprov Kaltim yang Viral Langgar Prinsip Efisiensi"
(akn/ega)


















































