Korban Hilang Kapal Virgo Pria Asal Bogor, Hendak Kerja ke Banjarmasin

3 hours ago 1
Jakarta -

Salah satu penumpang KM Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa bernama Gery Donovan (35) berasal dari Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat (Jabar). Pihak keluarga menyebut Gery belum ditemukan.

"Iya, (Gery Donovan) anak saya," kata ayah Gery, Dadi Suryadi (64), saat ditemui di rumahnya di Bogor Tengah, Kota Bogor, Rabu (16/9/2026).

Dadi mengatakan Gery berangkat bersama rekannya bernama Taufik Hidayat asal Subang untuk urusan pekerjaan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel). Keduanya merupakan pegawai salah satu perusahaan yang berkantor di Cileungsi, Kabupaten Bogor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rencana mau kerja di Banjarmasin. Jadi Gery ini utusan kantor di sini, memang dia kepilih gitu sama kantornya. Dia berdua sama temannya, orang Subang, namanya Taufik Hidayat," kata Dadi saat ditemui di rumahnya.

"Di kantor kerjanya kalau nggak salah di bahan-bahan kimia gitu. Bahan kimia atau apa. Nah kerjaan di Banjarmasin itu apa saya kurang tau juga. Kalau kantornya di sini, di Cileungsi. Rencananya mau 10 hari di sana (Banjarmasin)," sambungnya.

Dadi mengatakan pihak keluarga mengetahui kejadian tersebut setelah pihak kantor memberi kabar ke salah satu menantunya, pada Minggu (13/9) sore. Rekan-rekan kantornya kemudian berdatangan untuk memberi informasi langsung ke pihak keluarga.

Dadi menyebut, saat ini pihak keluarga masih menunggu informasi terkait update pencarian korban hilang KM Virgo terbalik di Laut Jawa. Menurut Dadi, pihak kantor tempat Gery bekerja sudah berada di posko SAR KM Virgo, menunggu perkembangan hasil pencarian korban hilang KM Virgo.

"Ya kondisinya belum ketemu sampai sekarang. Kita di sini tanyakan terus informasinya. Sekarang ini ada orang kantornya anak saya yang di posko SAR itu, di Banjarmasin. Nanti dari sana dikabarin kalau ada apa-apa ke kita," kata Dadi.

Diketahui, KMP Virgo Transport 8 merupakan kapal penyeberangan rute Surabaya-Banjarmasin yang dilaporkan hilang kontak pada Minggu (13/9), sekitar pukul 02.00 Wita. Kemudian, kapal ditemukan dalam kondisi terbalik diduga akibat cuaca buruk.

Hingga Senin (14/9) pukul 22.00 Wita, Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengonfirmasi sebanyak 114 korban telah ditemukan, terdiri atas 108 korban selamat dan enam orang meninggal dunia. Dengan demikian, masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan dari total 243 orang.

(sol/rfs)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |