Kemensos Perluas Akses Pendidikan Lewat Sanggar Kegiatan Belajar Gratis

3 hours ago 2

Jakarta -

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono membuka pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Sentra Alyatama Jambi. Pembukaan dilakukan secara daring dari Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, hari ini.

Sanggar Kegiatan Belajar menyediakan layanan Pendidikan Kesetaraan Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA) yang terbuka untuk semua usia, dengan sistem pembelajaran yang fleksibel dan inklusif.

"Pada hari ini, anak-anakku yang belum bisa masuk ke Sekolah Rakyat karena faktor umur dan putus sekolah, atau faktor-faktor yang lain, tetap saja kemudian negara hadir, negara menjemput termasuk kemudian melalui sentra-sentra yang bekerja sama dengan sanggar kegiatan belajar di tempatnya masing-masing," ujar Agus dalam keterangannya, Rabu (16/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara bertahap, Kemensos bersama pemda melaksanakan SKB di 16 Sentra dan Sentra Terpadu milik Unit Pelaksana Teknis Ditjen Rehabilitasi Sosial Kemensos. Program tersebut diikuti 611 peserta didik.

Peserta SKB terdiri dari anak yang tidak masuk Sekolah Rakyat karena faktor usia, penerima manfaat yang menjalani rehabilitasi di Sentra dan Sentra Terpadu, serta masyarakat umum yang membutuhkan akses pendidikan.

Agus menegaskan penyelenggaraan Sanggar Kegiatan Belajar sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar setiap anak dapat meraih pendidikan dan lepas dari jerat kemiskinan.

"Jadi pak Presiden ingin transmisi kemiskinan antargenerasi itu diputus, dan jalan satu-satunya yang sangat fundamental untuk memutus transmisi kemiskinan antargenerasi itu adalah pendidikan," tambahnya

Terkait pelaksanaan MPLS SKB, Agus mengapresiasi kepada pengelola Sentra dan Sentra terpadu karena secara nyata telah memakmurkan Sentra.

"Memakmurkan adalah memaksimalkan layanan-layanan pemerintah melalui sentra, terutama kepada masyarakat-masyarakat rentan yang memiliki masalah-masalah sosial," urainya.

Sementara itu, Dirjen Rehabilitasi Sosial Sopomo menilai pelaksanaan SKB juga menjadi wujud memperkuat penerima manfaat menuju graduasi.

"Jadi ini masih menjadi tugas kami, yaitu memperkuat penerima manfaat yang kemarin hanya pelatihan-pelatihan sekarang plus mendapatkan ijazah setara dengan sekolah reguler," katanya.

Pembukaan MPLS Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) juga dilaksanakan secara luring bertempat di Sentra Alyatama Jambi. Kegiatan ini diikuti oleh 65 peserta didik, meliputi 12 peserta didik SD, 24 peserta didik SMP dan 29 peserta didik SMA. Peserta didik ini dari rentang usia di bawah 21 tahun sebanyak 50 peserta didik dan di atas 21 tahun sebanyak 11 peserta didik.

Kepala Sentra Alyatama Jambi, Hendra Permana menjelaskan anak-anak yang saat ini melaksanakan pembelajaran melalui SKB dapat menjadi batu loncatan untuk masuk ke Sekolah Rakyat selama masih cukup jenjang.

"Ada yang SD sudah lebih dari 12 tahun, ada yang SMP sudah lebih dari 15 tahun, sehingga difasilitasi untuk melalui kegiatan pendidikan kesetaraan ini. Harapannya nanti bisa mengejar dan juga nanti bisa bergabung di Sekolah Rakyat atau jenjang SMA," pungkasnya.

Sebagai informasi, pembukaan MPLS SKB luring turut dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial Kota Jambi, Kepala SKB Kota Jambi, Kepala Sekolah Rakyat Kota Jambi, Ketua tim PKH, pendamping PKH, pilar sosial dan peserta didik program pendidikan kesetaraan di Sentra Alyatama Jambi.

(anl/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |