Waka MPR Tekankan LCC 4 Pilar Instrumen untuk Perkuat Nilai Kebangsaan

2 hours ago 1

Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman meninjau pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Ia mengapresiasi tingginya antusiasme para pelajar yang datang dari berbagai kabupaten di Sulawesi Tengah.

Menurutnya, ajang yang digelar di Birobuli Utara, Palu Selatan, Senin (22/6) kemarin tersebut menjadi ruang positif bagi anak-anak daerah untuk berkiprah dan mendapatkan pengalaman berharga di tingkat nasional.

"Saya melihat antusiasme yang sangat besar dari seluruh siswa-siswi di Sulawesi Tengah. Kegiatan ini memberikan dampak positif yang luar biasa agar anak-anak di daerah memiliki kesempatan yang sama dan memperluas wawasan mereka," ujar Abcandra dalam keterangan tertulis, Selasa (23/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menanggapi substansi perlombaan, Abcandra menekankan LCC Empat Pilar MPR RI bukan sekadar kompetisi akademik biasa, melainkan instrumen krusial untuk memperkuat nilai kebangsaan. Di tengah gempuran arus informasi modern, penanaman butir-butir Pancasila dinilai sangat relevan bagi generasi muda.

"Ini adalah momentum yang tepat bagi kita untuk memberikan pemahaman Pancasila secara mendalam kepada Gen Z dan Gen Alpha. Harapan saya, adik-adik siswa ini tidak hanya sekadar menghafal dan menjawab pertanyaan di atas panggung, tetapi benar-benar mampu mengimplementasikan nilai-nilai Empat Pilar tersebut dalam kehidupan sehari-hari," tegasnya.

Kepada para peserta yang belum berhasil lolos, Abcandra berpesan agar tidak patah semangat dan mempersiapkan mental untuk kembali mencoba di tahun depan.

Sementara untuk tim yang berhasil mewakili Sulawesi Tengah ke tingkat nasional di Jakarta, ia mengingatkan agar tidak cepat berpuas diri karena peta persaingan di tingkat pusat akan jauh lebih ketat.

Guna memastikan jalannya perlombaan yang adil dan akuntabel, MPR RI melibatkan pakar-pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Tadulako (Untad) sebagai Dewan Juri.

Mereka adalah Guru Besar / Dosen Fakultas Hukum Universitas Tadulako, Prof. Dr. Aminuddin Kasim, S.Hum.; Lektor Kepala Fakultas Hukum Universitas Tadulako, Dr. Suardi Daeng Mallawa S.H., M.H., C.L.D.; dan juga juri dari Pejabat Fungsional Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Sintiadewi Mateka. S.Sos., M.A.P.

"Secara keilmuan, kapasitas para dosen dan pakar hukum dari Universitas Tadulako ini tidak perlu diragukan lagi. Namun, untuk menjaga objektivitas, saya sudah instruksikan panitia untuk mengecek kembali seluruh perangkat teknis, seperti earphone dan sistem tombol. Jika ada protes atau dinamika di panggung, rekaman bisa diputar kembali agar Dewan Juri dapat mengambil keputusan yang tepat dan transparan," jelasnya.

Di luar konteks perlombaan, kehadiran Wakil Ketua MPR RI di tanah kelahirannya ini juga dimanfaatkan untuk berdialog dengan para siswa serta guru pendamping terkait program kemasyarakatan, salah satunya keberlanjutan program prioritas Presiden, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hasil dialog tersebut, Abcandra mengungkapkan para siswa dari berbagai kabupaten ini mengakui program MBG terbukti memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi keluarga pelajar di Sulawesi Tengah.

"Menariknya, saat saya berkeliling, anak-anak dari berbagai daerah menyampaikan bahwa mereka sudah merasakan langsung manfaat dari program MBG ini. Mereka menitipkan pesan kepada saya untuk disampaikan kepada Bapak Presiden agar program prioritas ini tetap dipertahankan dan jangan dihapus. Dengan adanya MBG, anggaran belanja orang tua bisa dialihkan secara efisien untuk membeli buku dan kebutuhan sekolah lainnya," ungkap Abcandra.

Meskipun demikian, ia juga mencatat adanya masukan terkait pemerataan program, khususnya untuk wilayah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T) di Sulteng yang aksesnya masih perlu dioptimalkan. Aspirasi ini dipastikan akan dibawa ke tingkat pusat sebagai bahan evaluasi kebijakan bersama pemerintah ke depan.

Untuk diketahui LCC Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah ini telah berhasil menyaring satu sekolah untuk maju ke tingkat nasional, yakni SMAN Model Terpadu Madani Palu.

Lebih rinci dalam babak penyisihan final, SMAN Model Terpadu Madani Palu (Grup A) mendapatkan perolehan nilai 135 poin, SMAN 6 Palu (Grup B) dengan perolehan 80 poin, dan SMAN 1 Tolitoli (Grup C) sebanyak 40 poin.

"Dengan demikian, Grup A dari SMA Negeri Model Terpadu Madani Palu ditetapkan sebagai Juara I Provinsi Sulawesi Tengah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI Tahun 2026, dan berhak mewakili Provinsi Sulawesi Tengah ke tingkat nasional di Jakarta," ujar salah satu juri dari Pejabat Fungsional Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Sintiadewi Mateka. S.Sos., M.A.P.

Sebelumnya tiga sekolah tersebut merupakan hasil penyisihan tiga babak seleksi dari total sembilan sekolah, yakni SMKN 1 Sojol Utara; SMAN Model Terpadu Madani Palu; SMAN 1 Mepanga; SMAN 1 Luwuk; SMAN 6 Palu; SMAN 1 Tinakung; SMAN 1 Wita Ponda; SMAN 1 Tolitoli dan SMAN 6 Sigi. Sembilan sekolah tersebut juga merupakan pemenang yang melewati babak penyisihan di tingkat kota dan kabupaten se-Sulawesi Tengah.

Dalam satu babak penyisihan, sebanyak tiga sesi harus dilewati, sesi pertama adalah 'Wawasan Empat Pilar'. Setiap tim harus menjawab pertanyaan secara cepat dan tepat secara bergiliran.

Sesi kedua beralih ke format 'Tematik', yang menuntut kerja sama tim dalam menyampaikan argumen pro dan kontra terhadap studi kasus yang ditentukan lewat undian spin acak.

Terakhir, sesi 'Rebutan' menjadi ujian pamungkas yang mengadu ketangkasan individu untuk menjawab pertanyaan secara mandiri tanpa bantuan rekan setim.

Di bagian akhir acara, juga diumumkan juara yel-yel terbaik hasil dari upaya kreativitas yang tidak biasa, yakni SMAN 1 Wita Ponda, SMAN 6 Palu, dan SMAN 2 Luwuk.

Turut serta hadir dalam ajang ini selain Abcandra yaitu Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny Arniwaty Lamadjido, Sp.PK., M.Kes; Anggota MPR RI Fraksi Partai Gerindra, Drs. H. Longki Djanggola, M.Si; Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Syam Zaini, S.Pd., M.Si., serta para guru pembimbing dari masing-masing sekolah.

(anl/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |