Update Terkini Banjir Bandang Nepal: Korban Jiwa Tembus 1.000 Orang

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Bencana banjir dahsyat yang melanda Nepal dan China terus menelan korban jiwa. Hingga pembaruan terbaru, sedikitnya 1.003 orang tewas dan lebih dari 4.400 lainnya masih dinyatakan hilang.

Otoritas Nasional Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana (NDRRMA) Nepal pada Selasa (1/9/2026) mencatat 987 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut. Sebanyak 3.916 orang masih hilang, termasuk 583 warga negara asing.

Sementara itu, otoritas China dalam pembaruan pada Minggu melaporkan 16 korban tewas dan 546 orang masih hilang, termasuk 261 warga negara asing.

Bencana tersebut bermula pada 26 Agustus setelah serangkaian peristiwa di kawasan Pegunungan Himalaya memicu aliran besar batu, es, dan air lelehan menuju lembah hingga menyebabkan banjir besar di wilayah hilir.

Di Nepal, fokus utama operasi penyelamatan kini berada di sejumlah proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang rusak parah. Ratusan pekerja sebelumnya dikhawatirkan terjebak di dalam terowongan proyek tersebut.

Perdana Menteri Nepal Balendra Shah mengatakan 279 pekerja sejauh ini telah berhasil diselamatkan dari sejumlah proyek PLTA. Angka itu lebih rendah dibanding perkiraan awal yang menyebut lebih dari 900 pekerja hilang.

"Ribuan warga telah kehilangan rumah, keluarga, orang-orang terkasih, dan harta benda mereka," ujar Shah melalui media sosial, seperti dikutip Al Jazeera.

Ia mengatakan pemerintah akan memprioritaskan bantuan dan rehabilitasi bagi masyarakat yang terdampak agar dapat kembali menjalani kehidupan normal.

Secara keseluruhan, lebih dari 11.000 orang telah diselamatkan dari berbagai wilayah terdampak. Akses jalan menuju Nuwakot, salah satu distrik yang paling parah terkena bencana, juga telah dipulihkan sehingga operasi pencarian dan distribusi bantuan dapat kembali dilakukan.

Pejabat kepolisian Bipin Regmi mengatakan tim pencari telah menemukan dan mengevakuasi 24 jenazah dari sebuah rumah di Desa Betrabati, Distrik Nuwakot.

"Kami terus menjangkau wilayah-wilayah baru dan mengevakuasi jenazah," kata Regmi kepada Reuters.

Bantuan internasional juga terus berdatangan. Shah mengatakan bantuan senilai lebih dari US$42 juta atau sekitar Rp743,4 miliar telah mengalir ke Nepal pascabencana, sementara India dan China turut membantu operasi penyelamatan, termasuk membangun jembatan Bailey untuk membuka akses menuju wilayah terpencil.

Para ilmuwan yang menganalisis citra satelit menduga bencana tersebut dipicu oleh runtuhnya struktur batuan dasar di bawah gletser di kawasan Himalaya. Material batu, es, dan air lelehan kemudian meluncur ke lembah dan memperparah banjir di wilayah hilir.

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |