Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengungkap penyebab Nilai Tukar Petani (NTP) subsektor hortikultura alias pembudidaya sayuran hingga buah menjadi satu-satunya yang mengalami penurunan pada Agustus 2026.
Sebagaimana diketahui, NTP adalah merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan.
Amran menduga penurunan NTP hortikultura salah satunya dipengaruhi kondisi kemarau yang berdampak terhadap komoditas hortikultura. Namun, menurutnya, terdapat persoalan lain yang juga perlu mendapat perhatian pemerintah.
"(NTP) yang lain naik semua. Nah ini mungkin salah satunya disebebkan apakah pengaruh kondisi kemarau? Itu bisa berpengaruh atau ada hal lainnya. Memang fokusnya kita kemarin adalah perkebunan, peternakan, pangan. Ini positif semua. Nah ini tidak bisa sekaligus," kata Amran saat ditemui usai Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Amran mengatakan, pemerintah akan meningkatkan anggaran untuk subsektor hortikultura pada 2027. Kebijakan tersebut dilakukan secara bertahap, setelah pemerintah sebelumnya berfokus pada subsektor pangan, peternakan, dan perkebunan.
"Tahun ini kita anggarkan dua kali lipat lebih, ya hampir dua kali lipat, untuk hortikultura tahun 2027. Jadi kita selesaikan satu-satu, nggak bisa sekaligus. Nah tinggal satu kan PR kita? Jadi insyaallah selesai satu per satu," ujarnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), NTP nasional pada Agustus 2026 mencapai 129,19, naik 1,05% dibandingkan Juli 2026. Kenaikan tersebut terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) naik 1,14%, lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) yang hanya naik 0,09%.
Namun, kondisi berbeda terjadi pada subsektor hortikultura. NTP hortikultura tercatat turun 2,84% pada Agustus 2026. BPS mencatat penurunan tersebut terutama disebabkan indeks harga yang diterima petani hortikultura turun 2,81%, sementara indeks harga yang dibayar petani justru naik 0,03%.
Lantas, Apa Penyebabnya?
Amran menilai salah satu persoalan yang dapat menekan NTP hortikultura adalah ketika produksi komoditas tertentu melimpah sehingga harga di tingkat petani jatuh.
Ia mencontohkan bawang merah yang mengalami surplus produksi. Kondisi tersebut membuat harga turun, dan pada akhirnya menekan kesejahteraan petani yang tercermin dari NTP.
"Mungkin perkiraan saya, biasanya kalau cabai kemarau. Kemarau begini biasanya agak turun tapi juga kalau musim hujan juga turun. Ini memang butuh solusi permanen, adalah cold storage," ungkap Amran.
"Sayur-sayuran, cabai, bawang merah, dan segala macam. Nah bisa jadi bawang merah kan surplus tuh, nah itu harganya jatuh. Bener. Salah satu penyebab kemarin pernah mengeluh bawang merah karena surplus ini produksinya cukup tinggi sehingga turun, dan pada gilirannya NTP-nya turun," pungkasnya.
(arj/arj)
[Gambas:Video CNBC]


















































