Mantan Bos Jadi Pengkhianat, Apple Tak Ragu Bawa ke Pengadilan

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Hubungan antara dua raksasa teknologi, Apple dan OpenAI, kian memanas hingga berujung ke meja hijau. OpenAI secara resmi melayangkan bantahan keras atas tuduhan pencurian rahasia dagang yang diajukan oleh Apple, menyusul hengkangnya sejumlah staf kunci ke kubu pencipta ChatGPT tersebut.

Dalam dokumen hukum yang didaftarkan di Pengadilan Distrik AS di San Jose, California, Senin (31/8) waktu setempat, OpenAI mengecam balik langkah hukum yang ditempuh produsen iPhone itu.

"Sengketa ini adalah kekacauan yang dibuat oleh Apple sendiri, dan mereka berusaha menyalahkan semua pihak," tulis OpenAI dalam pembelaan resminya, dikutip dari Reuters, Selasa (1/9/2026).

Konflik bermula pada Juli lalu ketika Apple melayangkan gugatan hukum terhadap OpenAI serta dua mantan bos engineer-nya, Tang Tan dan Chang Liu. Dalam gugatannya, Apple menuding kedua mantan karyawannya telah berkhianat dan menyalahgunakan rahasia dagang krusial perusahaan, mulai dari desain perangkat keras (hardware), sistem manufaktur, hingga operasi rantai pasok-demi memuluskan ambisi OpenAI merambah pasar perangkat konsumen.

Apple mengeklaim bahwa aksi bajak-membajak talenta ini merupakan strategi terstruktur OpenAI untuk mencuri rahasia dapur kompetitor. Tercatat, laboratorium AI yang dipimpin oleh Sam Altman itu telah merekrut sekitar 400 mantan pegawai Apple untuk menggarap proyek perangkat keras rahasia mereka.

Namun, kubu OpenAI balik menyerang dengan menyebut gugatan tersebut hanyalah kedok kepanikan Apple. Perusahaan rintisan (startup) kecerdasan buatan itu menilai Apple sengaja menggunakan jalur hukum untuk menjegal langkah kompetitor sekaligus menakut-nakuti karyawannya agar tidak kabur.

OpenAI juga menyoroti celah internal di tubuh Apple sendiri. Menurut mereka, kebijakan perusahaan yang kerap mendorong pegawai menggunakan akun iCloud pribadi untuk urusan pekerjaan justru menciptakan blunder fatal, membuat batasan antara data pribadi dan dokumen rahasia perusahaan menjadi kabur saat karyawan memutuskan keluar.

Di sisi lain, para mantan pegawai yang digugat turut membela diri. Chang Liu berdalih bahwa akses ke dokumen Apple yang dilakukan setelah kepergiannya semata-mata untuk membantu mantan rekan kerjanya mencari berkas tertinggal. Sementara itu, Tang Tan, veteran yang telah mengabdi selama 24 tahun di Apple, menegaskan bahwa dirinya telah mengembalikan seluruh prototipe sebelum angkat kaki dan tidak pernah menyimpan materi rahasia.

Perseteruan ini menandai keretakan dramatis dari kemitraan strategis yang sempat dijalin kedua belah pihak dua tahun lalu, di mana Apple mulanya menggandeng ChatGPT untuk memperkuat fitur AI di perangkatnya. Kini, alih-alih berkolaborasi, keduanya justru terlibat pertempuran sengit di ranah hukum demi memperebutkan dominasi talenta dan teknologi masa depan.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |