Trump-Netanyahu Makin Gila, AS Kirim 12.000 Bom ke Israel Lawan Iran

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyetujui penjualan darurat ribuan bom berat kepada Israel di tengah meningkatnya konflik dengan Iran. Langkah ini diambil ketika perang udara antara kedua negara memasuki hari kedelapan.

Departemen Luar Negeri AS dilaporkan telah menyetujui kontrak penjualan sekitar 12.000 bom tipe BLU-110A/B seberat 1.000 pound (sekitar 454 kilogram) kepada Israel. Nilai kesepakatan tersebut diperkirakan mencapai sekitar US$151,8 juta atau setara dengan lebih dari Rp2,5 triliun.

Lembaga itu mengatakan sifat mendesak dari masalah ini memungkinkan mereka untuk mengabaikan persyaratan peninjauan kongres. Departemen Luar Negeri merujuk Undang-Undang Pengendalian Ekspor Senjata.

"Penjualan yang diusulkan ini akan berkontribusi pada kebijakan luar negeri dan keamanan nasional Amerika Serikat dengan membantu meningkatkan keamanan mitra regional strategis yang telah, dan terus menjadi, kekuatan penting bagi stabilitas politik dan kemajuan ekonomi di Timur Tengah," kata departemen tersebut, dikutip RT, Minggu (8/3/2026).

"Penjualan yang diusulkan akan meningkatkan kemampuan Israel untuk menghadapi ancaman saat ini dan di masa mendatang, memperkuat pertahanan dalam negerinya, dan berfungsi sebagai pencegah terhadap ancaman regional," tambahnya.

Keputusan ini muncul ketika konflik antara Israel dan Iran semakin intensif. Kedua pihak telah saling melancarkan serangan udara dan rudal sejak awal konflik.

Militer Israel sebelumnya menyatakan kampanye militer terhadap Iran akan memasuki fase baru dengan gelombang serangan tambahan. Sementara itu, Iran menolak seruan Presiden Donald Trump agar Teheran menyerah tanpa syarat.

Sejumlah analis militer juga mempertanyakan apakah AS dan Israel memiliki persediaan amunisi yang cukup untuk mempertahankan konflik dalam jangka panjang. Kedua negara sebelumnya dilaporkan telah mempersiapkan operasi militer yang dapat berlangsung selama beberapa minggu.

Serangan udara di Iran juga dilaporkan menimbulkan korban sipil dalam jumlah besar. Laporan terbaru menyebut lebih dari 1.300 warga sipil tewas sejak konflik dimulai.

Salah satu insiden paling mematikan terjadi ketika sebuah sekolah perempuan di kota Minab hancur dalam gelombang awal serangan udara. Eskalasi konflik ini meningkatkan kekhawatiran global bahwa perang antara Israel dan Iran dapat berkembang menjadi konflik regional yang lebih luas di Timur Tengah.

(sef/sef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |