Bukan Hormuz, Militer AS Tiba-Tiba Cegat Kapal Iran hingga ke Dekat RI

7 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat dilaporkan mencegat dan mengalihkan sejumlah kapal tanker berbendera Iran di berbagai perairan Asia. Langkah ini dilakukan di tengah kebuntuan pembicaraan damai dan situasi gencatan senjata yang masih rapuh dalam konflik Iran.

Sumber pelayaran dan keamanan pada Rabu (22/4/2026) waktu setempat menyebutkan bahwa militer AS telah mencegat setidaknya tiga kapal tanker Iran dan mengarahkannya menjauh dari posisi mereka di sekitar India, Malaysia, dan Sri Lanka. Tindakan ini menjadi bagian dari blokade laut yang diberlakukan Washington terhadap perdagangan Iran.

Di sisi lain, Iran juga meningkatkan tekanan di laut dengan menembaki kapal-kapal yang mencoba melintas di Selat Hormuz, jalur vital yang menjadi pintu masuk ke Teluk Timur Tengah. Hampir dua bulan sejak As dan Israel memulai perang terhadap Iran, belum terlihat tanda-tanda pembicaraan damai akan kembali dilanjutkan meski gencatan senjata masih berlangsung.

Penutupan selat tersebut telah mengganggu pasokan sekitar seperlima minyak dan gas dunia, memicu krisis energi global. Dalam beberapa hari terakhir, pasukan AS juga telah menyita kapal kargo Iran dan sebuah kapal tanker minyak.

Sebaliknya, Iran mengeklaim telah menangkap dua kapal kontainer yang mencoba keluar dari Teluk melalui Selat Hormuz setelah menembaki kapal-kapal tersebut, penyitaan pertama sejak perang dimulai.

Menurut dua sumber pelayaran dari AS dan India serta dua sumber keamanan maritim Barat yang berbicara kepada Reuters, Washington dalam beberapa hari terakhir juga telah mengalihkan setidaknya tiga tanker minyak berbendera Iran lainnya.

Militer AS sendiri belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar terkait pencegatan tersebut.

Salah satu kapal yang dicegat adalah supertanker Deep Sea berbendera Iran, yang sebagian memuat minyak mentah dan terakhir terdeteksi melalui sistem pelacakan publik di lepas pantai Malaysia sekitar sepekan lalu, berdasarkan data MarineTraffic dan keterangan sumber.

Kapal lain, Sevin, tanker berkapasitas maksimum 1 juta barel, juga turut dicegat. Kapal ini dilaporkan mengangkut sekitar 65% dari kapasitasnya dan terakhir terlihat di perairan Malaysia sebulan lalu.

Sementara itu, supertanker Dorena yang berbendera Iran dan membawa penuh sekitar 2 juta barel minyak mentah juga ikut dicegat. Kapal tersebut terakhir terdeteksi di lepas pantai India bagian selatan tiga hari lalu.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan dalam unggahan di media sosial X bahwa Dorena kini berada dalam pengawalan kapal perusak Angkatan Laut AS di Samudra Hindia setelah mencoba melanggar blokade.

Selain itu, sumber pelayaran menyebutkan bahwa tanker lain, Derya, kemungkinan juga dicegat. Kapal ini gagal membongkar muatan minyak Iran di India sebelum masa berlaku pengecualian sanksi AS terhadap pembelian minyak Iran berakhir pada Minggu. Data MarineTraffic menunjukkan kapal tersebut terakhir terlihat di lepas pantai barat India pada Jumat.

CENTCOM juga mengungkapkan bahwa sejak diberlakukannya blokade terhadap kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran, pasukan AS telah mengarahkan 29 kapal untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan.

Namun, militer AS tidak memerinci seluruh kapal yang telah dicegat dan belum memberikan komentar tambahan terkait kapal Derya maupun Deep Sea.

Seorang sumber keamanan maritim lainnya mengatakan bahwa militer AS kini berupaya menargetkan kapal-kapal Iran di perairan terbuka, jauh dari Selat Hormuz, guna menghindari risiko ranjau laut yang dapat membahayakan operasi.

Langkah ini mencerminkan eskalasi tak langsung di laut antara kedua pihak, di tengah situasi yang masih belum jelas arah penyelesaiannya. Dengan jalur distribusi energi global terganggu, ketegangan di kawasan ini berpotensi terus berdampak luas terhadap pasar energi dan stabilitas ekonomi dunia.

(luc/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |