Terbongkar Aksi Encek Atur Narkoba Usai Ditangkap di Myanmar

4 hours ago 1
Jakarta -

Pelarian Bayu Wicaksono alias Encek, buronan jaringan narkotika internasional, akhirnya terhenti setelah ditangkap di Myanmar. Penangkapan tersebut sekaligus membongkar peran Encek yang mengendalikan peredaran barang haram tersebut secara terorganisir dari luar negeri.

Dirangkum detikcom, Selasa (1/9/2026), Encek merupakan buronan polisi yang melarikan diri dari Rutan Klas IIB Sukadana, Lampung Timur, pada 21 April 2024. Encek kemudian melarikan diri ke Myanmar.

Selama masa pelariannya, Bayu Wicaksono diduga tidak berhenti beraktivitas dari praktik gelap narkotika. Dia diduga menjadi pengendali jaringan narkoba yang beroperasi lintas negara, khususnya jaringan Malaysia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ditangkap di Myanmar


Pelarian panjang narapidana kelas kakap kasus narkoba, Bayu Wicaksono alias Ncek, akhirnya berakhir. Buronan yang melarikan diri dari Rutan Kelas IIB Sukadana, Lampung Timur, ini berhasil ditangkap di Tachileik, Myanmar.

Bayu ditangkap oleh otoritas Myanmar pada Jumat, 17 Juli 2026. Usai ditangkap, ia langsung diserahkan kepada Dittipidnarkoba Bareskrim Polri.

"DPO atas nama Bayu Wicaksono alias Encek yang juga merupakan narapidana yang melarikan diri dari Rutan Klas IIB Sukadana, Lampung Timur, telah ditangkap di Tachilek, Myanmar, tanggal 17 Juli 2026," kata Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso melalui keterangannya, Minggu (30/8).

Encek ditangkap saat otoritas Myanmar sedang melakukan sweeping di perbatasan.

"Otoritas Myanmar yang sedang melakukan sweeping di daerah perbatasan Myanmar dan mengamankan satu orang atas nama Bayu Wicaksono alias Encek di Tachileik, Myanmar," kata Eko.

Narapidana Rutan Sukadana Lampung Timur bernama Bayu WicaksonoNarapidana Rutan Sukadana Lampung Timur bernama Bayu Wicaksono. (Dok. Istimewa)


Pindah-pindah 3 Negara

Wakil Direktur Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Kombes Albert Raden Deddy Sulistyo Nugroho mengatakan rute pelarian Bayu dimulai dari Malaysia dan Thailand. Bayu kemudian ditangkap di wilayah Myanmar.

Albert mengungkapkan, Bayu tidak hanya sekadar bersembunyi selama masa pelariannya. Berdasarkan hasil penyelidikan, Bayu diketahui terlibat dalam mengendalikan bisnis gelap narkotika lintas negara.

"Setelah dari Indonesia ke Malaysia, kemudian ke Thailand, kemudian lanjut diamankan di daerah Tachileik, perbatasan Thailand, Laos, dan Myanmar," tutur Albert.

Napi narkoba Bayu Wicaksono (tengah). Ondang/detikcomNapi narkoba Bayu Wicaksono (tengah). (Ondang/detikcom)


Mengendalikan Jaringan dari Myanmar

Bayu bukan hanya sekadar melarikan diri. Di balik pelariannya itu, dia juga mengendalikan jaringan dari Myanmar.

"Jadi selama dia melarikan diri ke Malaysia kemarin itu, dia tetap mengendalikan jaringan methamphetamine-nya di lintas negara," ungkapnya.

(mea/rfs)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |