Tarif Trump Bikin Dunia Waswas, Dubes AS Buka Suara

19 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia — Indonesia resmi menjadi korban perang dagang, setelah pengumuman tarif timbal balik (resiprokal) Amerika Serikat Ke Sejumlah Negara. Kedutaan Besar dan Konsulat AS Di Indonesia membeberkan alasan diberlakukan tarif tersebut.

Dijelaskan bahwa AS mengupayakan timbal balik untuk membangun kembali ekonomi dan memulihkan keamanan nasional dan ekonomi.

"Hari ini, Presiden Donald J. Trump menyatakan bahwa perdagangan luar negeri dan praktik ekonomi telah menciptakan keadaan darurat nasional, dan mengeluarkan perintah untuk mendorong diberlakukannya tarif responsif untuk memperkuat posisi ekonomi internasional Amerika Serikat dan melindungi pekerja Amerika," tulis lembar fakta pada laman Kedutaan Besar AS di Indonesia, Kamis (3/4/2025).

Trump bahkan menyebut ini sebagai "Kondisi Darurat" di Amerika Serikat. Dijelaskan penyebabnya, defisit perdagangan barang di Amerika Serikat cukup besar dan terus terjadi tiap tahun, sehingga menyebabkan melemahkanya basis manufaktur negeri paman sam.

Hal itu dinilai mengurangi insentif untuk meningkatkan kapasitas manufaktur, dan merusak rantai pasok yang penting. Serta membuat industri pertahanan AS bergantung pada pesaing asing.

Sehingga Trump menggunakan kewenangannya yang berada di bawah International Emergency Economic Powers Act of 1977 (IEEPA) untuk mengatasi keadaan darurat nasional di AS.

Menurut Trump, adanya defisit perdagangan yang terus menerus itu disebabkan oleh tidak adanya timbal balik dalam hubungan perdagangan. Serta adanya kebijakan lain yang merugikan seperti manipulasi mata uang dan pajak pertambahan nilai yang terlalu tinggi yang dilakukan oleh negara lain.

Dengan menggunakan kewenangan IEEPA, Trump memberlakukan tarif 10% untuk semua negara, yang berlaku pada 5 April 2025 pukul 12.01 waktu setempat atau 23.01 WIB.

Selain itu Trump juga menerapkan tarif timbal balik terhadap individual negara. Negara yang memiliki defisit perdagangan terbesar dengan Amerika Serikat maka akan mendapatkan tarif yang lebih tinggi. Ketentuan ini mulai berlaku pada 9 April 2025, pukul 12.01 waktu setempat atau 23.01 WIB.

Seperti diketahui beberapa negara yang mendapatkan tarif resiprokal tinggi, seperti China mendapatkan tarif resiprokal China 34%, Taiwan 32%, Indonesia 32%, Vietnam 46%, Bangladesh 32%, dan seterusnya. Sedangkan Inggris 10%, Brasil 10%, UAE 10%, Australia 10%, Singapura 10%, Chile 10%.

"Tarif ini akan tetap berlaku hingga Presiden Trump memutuskan bahwa ancaman yang ditimbulkan oleh defisit perdagangan dan perlakuan non-timbal balik yang mendasarinya telah terpenuhi, diselesaikan, atau dikurangi," tulis keterangan itu.

Perlu diingat dalam perintah IEEPA juga memungkinkan Trump menaikan tarif juka mitra dagang melakukan tindakan balasan atau menurunkan tarif jika mitra dagang mengambil langkah signifikan. Guna memperbaiki ketidakseimbangan perdagangan non-timbal balik dan menyelaraskan diri dengan Amerika Serikat dalam hal ekonomi dan keamanan nasional.

Selain itu ada beberapa list barang yang tidak dikenakan tarif timbal balik ini, seperti barang dari baja/alumunium, mobil/suku cadang yang sudah dikenakan tarif section 232, barang terkait tembaga, farmasi, semikonduktor, kayu dan lainnya.


(mkh/mkh)

Saksikan video di bawah ini:

Video: Trump Segera Umumkan Tarif Untuk Mobil hingga Farmasi

Next Article Sst.. Ini Bocoran Nama Menteri Donald Trump, Ada Tokoh Anti China

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |