Ramai Negara Ngamuk ke Perang Dagang Baru Trump, Siap Balas Dendam

20 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Ramai-ramai negara di dunia kini bersiap melawan perang dagang Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Sebelumnya pada pengumuman Rabu, Trump resmi memberikan kenaikan tarif 10% pada brang-barang impor.

Namun beberapa negara diberikan tarif tambahan lebih tinggi. RI sendiri dikenai 32%.

Lalu bagaimana tanggapan negara lainnya? Berikut rangkuman CNBC Indonesia, Kamis (3/4/2025):

China

Pemerintah China misalnya mengatakan dengan tegas menentang tarif baru Trump atas ekspornya. Bahkan, negeri itu bersumpah untuk melakukan tindakan balasan untuk melindungi hak dan kepentingannya.

China mendesak Washington untuk segera membatalkan tarif dengan peringatan bahwa tarif tersebut membahayakan pembangunan ekonomi global, merugikan kepentingan AS dan rantai pasokan internasional. Kementerian Perdagangan Beijing menuduh AS melakukan "praktik intimidasi sepihak yang umum".

"AS mengklaim telah menderita kerugian dalam perdagangan internasional, menggunakan apa yang disebut 'timbal balik' sebagai alasan untuk menaikkan tarif pada semua mitra dagang," kata Beijing dimuat AFP.

"Pendekatan ini mengabaikan keseimbangan kepentingan yang dicapai melalui negosiasi perdagangan multilateral selama bertahun-tahun dan mengabaikan fakta bahwa AS telah lama mendapat keuntungan besar dari perdagangan internasional," tambahnya.

Trump mengumumkan tarif yang sangat menyengat sebesar 34% terhadap China, salah satu mitra dagang terbesarnya. Sementara tarif dasar sebesar 10% terhadap semua negara juga akan berlaku untuk China.

Itu merupakan tambahan dari tarif sebesar 20% yang diberlakukan bulan lalu. AS juga telah mengenakan tarif sebesar 25% pada impor baja dan aluminium.

Uni Eropa

Hal ini juga dikatakan petinggi Uni Eropa (UE). Tarif baru Trump yang luas, menurut kepala UE Ursula von der Leyen, adalah "pukulan telak bagi ekonomi dunia".

"Kami sekarang sedang mempersiapkan tindakan balasan lebih lanjut, untuk melindungi kepentingan dan bisnis kami jika negosiasi gagal," kata von der Leyen.

"Belum terlambat untuk mengatasi masalah melalui negosiasi," tambah kawasan yang dikenai tarif 20%.

Jepang

Menteri Perdagangan Jepang Yoji Muto mengkritik tindakan AS. In setelah negeri itu dikenai pungutan AS sebesar 24% atas ekspornya.

"Langkah tarif sepihak yang diambil AS sangat disesalkan, dan saya sekali lagi mendesak (Washington) untuk tidak menerapkannya ke Jepang," katanya.

Kepala sekretaris kabinet Jepang Yoshimasa Hayashi mengatakan kepada wartawan bahwa tarif tersebut dapat melanggar aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Sebelumnya kedua negara juga sudah memiliki perjanjian perdagangan dan ini juga kemungkinan dilanggar.

Daftar kenakan tarif baru Presiden AS, Donald Trump. (Instagram/whitehouse)Foto: Daftar kenakan tarif baru Presiden AS, Donald Trump. (Instagram/whitehouse)
Daftar kenakan tarif baru Presiden AS, Donald Trump. (Instagram/whitehouse)

Daftar kenakan tarif baru Presiden AS, Donald Trump. (Instagram/whitehouse)Foto: Daftar kenakan tarif baru Presiden AS, Donald Trump. (Instagram/whitehouse)
Daftar kenakan tarif baru Presiden AS, Donald Trump. (Instagram/whitehouse)

Thailand

Tetangga RI, Thailand, juga bersuara soal tarif Trump. Thailand punya "rencana kuat" untuk menangani tarif perdagangan itu.

Perdana Menteri (PM) Paetongtarn Shinawatra mengatakan pemerintah akan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi dampak pungutan. Thailand dikenai tarif 36%, di luar tarif dasar sebesar 10%.

"Kami punya rencana yang kuat," kata Paetongtarn kepada wartawan.

"Kami telah menyiapkan beberapa langkah, termasuk mengirim sekretaris tetap kami untuk berbicara dengan mereka... Saya pikir kami masih bisa bernegosiasi."

Wakil Menteri Keuangan Thailand Julapun Amornvivat mengatakan pemerintah tidak terkejut dengan tarif yang dikenakan. Meskipun tarifnya lebih tinggi dari yang diantisipasi.

"Kami harus bernegosiasi dengan pengertian, bukan dengan pembicaraan agresif, tetapi kami harus membicarakan produk mana yang menurut mereka tidak adil dan kami harus melihat apakah kami dapat menyesuaikannya," katanya dalam wawancara video yang diunggah daring.

Brasil

Di Amerika Latin, Kongres Brasil menyetujui UU yang disebut UU timbal balik ekonomi. Ini memungkinkan negeri itu menanggapi lagi tarif AS, dan memberikan kenaikan 10%.

Undang-undang tersebut disetujui dengan suara bulat oleh DPR setelah mendapat lampu hijau dari Senat. Brasil sendiri merupakan eksportir baja terbesar kedua ke Amerika Serikat setelah Kanada, yang mengirimkan empat juta ton logam tersebut pada tahun 2024.

Australia

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan tarif baru tersebut "bukan tindakan seorang teman". Ini akan merusak hubungan sekutu dekat tersebut.

"Tarif ini tidak terduga, tetapi saya tegaskan: tarif tersebut sama sekali tidak beralasan," katanya.


(sef/sef)

Saksikan video di bawah ini:

Video: Awas! Perang Dagang Kian Panas!

Next Article 'Teror' Tarif Trump Tak Cuma Ancam China, RI Cs di Ujung Tanduk

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |