Jakarta -
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar meninjau langsung kesiapan pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur (Jatim). Kunjungan dimulai dari lokasi registrasi peserta di MTs Bahrul Ulum.
KH Miftachul berkeliling melihat kesiapan pelayanan registrasi sebelum melanjutkan peninjauan ke salah satu lokasi penginapan peserta di Gedung Madrasah Muallimin Muallimat.
Di lokasi penginapan, KH Miftachul turut mengecek fasilitas yang disediakan panitia, termasuk mencoba langsung kasur yang telah disiapkan untuk peserta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rombongan kemudian melihat lokasi persidangan pleno di gedung serbaguna pesantren, area bazar, hingga lapangan desa yang akan menjadi lokasi pembukaan Muktamar Ke-35 NU.
Di lapangan, Miftachul melihat langsung proses pembangunan tenda dan berbagai fasilitas pendukung pembukaan.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU sekaligus Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar Ke-35 NU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan berdasarkan hasil peninjauan, secara keseluruhan persiapan muktamar telah mencapai lebih dari 85%.
Waktu yang tersisa akan dimanfaatkan PBNU bersama panitia lokal untuk menyelesaikan berbagai kebutuhan hingga hari pembukaan pada Kamis, 27 Agustus 2026.
"Alhamdulillah kita bersyukur dan bergembira karena semua yang kita rencanakan berjalan dengan baik. Persiapannya sudah lebih dari 85%," kata Gus Ipul, dalam keterangan tertulis, Kamis (20/8/2026).
"Waktu yang tersisa akan kita manfaatkan sebaik mungkin," sambungnya.
Menurut Gus Ipul, kesiapan akan terus dicek secara rinci, mulai dari akomodasi, konsumsi, lokasi persidangan hingga pelayanan bagi peserta dan warga yang hadir.
Tambakberas, kata Gus Ipul, telah menyiapkan akomodasi untuk lebih dari 3.000 peserta resmi muktamar.
Kebutuhan konsumsi juga telah dipersiapkan, termasuk dapur umum untuk melayani para partisipan yang datang dari berbagai daerah.
"Tempat persidangan juga terus disiapkan. Insyaallah seluruh kebutuhan utama muktamar bisa selesai sesuai jadwal," ujar Gus Ipul.
Menurut Gus Ipul, PBNU juga telah mengirimkan surat kepada Presiden RI Prabowo Subianto untuk membuka secara langsung Muktamar Ke-35 NU.
"PBNU sudah bersurat kepada Presiden untuk berkenan membuka langsung Muktamar Ke-35. Semoga waktunya cocok," kata Gus Ipul.
Gus Ipul menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, pemerintah daerah (pemda), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, tokoh lintas agama, serta seluruh pihak yang ikut mendukung persiapan muktamar.
Menurut Gus Ipul, kerja bersama tersebut menjadi penting mengingat panitia hanya memiliki waktu sekitar 50 hari untuk mempersiapkan penyelenggaraan muktamar sejak lokasi ditetapkan.
Sementara itu, Ketua Steering Committee (SC) Muktamar Ke-35 NU Prof Mohammad Nuh mengatakan persiapan substansi muktamar juga hampir rampung.
Seluruh materi persidangan telah masuk proses percetakan dan juga disiapkan dalam format digital.
"Persidangan-persidangan juga sudah disiapkan. Daftar peserta tetap sekarang sudah sekitar 95%," kata Prof Nuh.
Prof Nuh berharap Muktamar ke-35 NU dapat berjalan sesuai semangat yang sejak awal dibangun, yakni senang, gembira, dan bermartabat.
Menurut Prof Nuh, Muktamar Ke-35 memiliki arti khusus karena menjadi muktamar pertama NU pada abad keduanya dan diselenggarakan di salah satu pesantren yang memiliki akar sejarah kuat dengan para muassis atau pendiri NU.
"Ini muktamar pertama di abad kedua NU. Tempatnya juga khusus," ujar Prof Nuh.
"Karena itu, mari bersama-sama kembali kepada ruh dan jiwa NU: guyub, senang, rukun, dan semuanya berorientasi pada kemaslahatan," sambungnya.
Prof Nuh memperkirakan warga NU dari berbagai daerah yang akan hadir di sekitar lokasi muktamar dapat mencapai lebih dari 10 ribu orang.
Dukungan masyarakat juga terus berdatangan, mulai dari sumbangan beras, sapi, hingga berbagai kebutuhan lainnya.
Salah satu perwakilan tuan rumah KH Hasib Wahab mengatakan dengan waktu kurang dari satu pekan, pekerjaan panitia kini memasuki tahap penyelesaian akhir di sejumlah titik.
"Nanti malam juga akan dilaksanakan istighotsah dan doa bersama. Mudah-mudahan pelaksanaan muktamar dan seluruh persidangannya berjalan kondusif, sejuk, tenang, dan gembira," kata KH Hasib.
Sebagai informasi, dalam peninjauan tersebut KH Miftachul didampingi Sekjen PBNU sekaligus Ketua OC Muktamar Ke-35 NU Gus Ipul, Bendahara Umum PBNU Agus Gudfan Arief, Ketua SC Prof Mohammad Nuh, serta perwakilan tuan rumah KH Hasib Wahab dan KH Abdurozaq Sholeh.
(anl/ega)


















































