Nganjuk -
Seorang pria asal Kauman, Kabupaten Nganjuk bernama M Eka Sandy alias Nano Agata (36) mengaku berhasil menuntaskan perjalanan jalan kaki dari Indonesia menuju Makkah. Dia mengaku menempuh perjalanan selama 16 bulan dengan melintasi 11 negara sebelum akhirnya kembali ke kampung halamannya.
Eka Sandy mulai jalan kaki dari Surabaya pada 8 Maret 2025 lalu. Dia akhirnya sampai di Makkah pada 6 November 2025.
"Awal mula berangkat dari Surabaya itu kami tiga orang. Saya, Adit dan Besti. Setelah jalan kaki sampai Karawang, teman saya pulang satu. Lanjut jalan kaki berdua. Kemudian di Lampung Selatan, itu pulang lagi satu, sehingga tinggal sendiri," ungkap Eka Sandy dilansir detikJatim, Kamis (23/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eka Sandy mengaku membawa bekal uang Rp 1,7 juta saat memulai perjalanan dari Surabaya. Setelah berjalan kaki, uangnya tersisa hanya Rp 20 ribu ketika sampai Lampung Selatan.
"Tidak pernah berfikir putus asa, meskipun saat di Lampung Selatan, uang saku saya tinggal 20 ribu. Karena banyak hamba Allah yang menolong saya," tuturnya.
Perjalanan Eka Sandy bukan tanpa kendala. Hal yang membuatnya resah yaitu saat mencari tempat tidur dan makanan halal di berbagai negara
"Kendalanya itu pas cari tempat tidur hingga cari makanan halal, seperti saat di Vietnam, Laos, China. Untungnya saya doyan mie. Jadi saya beli mie di sana," bebernya.
Eka Sandy kini telah sampai di Nganjuk, bertemu anak dan ibunya. Pengembaraannya serasa tuntas ketika ia telah menunaikan umrah di Makkah.
"Alhamdulillah saya stay di Tanah Suci cukup lama, sekitar 4 bulan 3 minggu. Kemudian rencana terbang ke Surabaya, tapi karena tiket mahal akibat konflik timur tengah, akhirnya naik pesawat dari Jeddah ke Thailand," tambah Eka Sandy.
Setelah turun Thailand, ia jalan kaki lagi sampai Malaysia. Sampai Malaysia, dia mendapat hadiah sepeda dari salah satu ustaz di sana.
Baca selengkapnya di sini.
(wnv/eva)

















































