Pramono Siapkan Strategi Atasi Kenaikan Harga Cabai di Jakarta

3 hours ago 2
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan harga cabai keriting di Jakarta naik gara-gara suplai menurun. Dia mengatakan kuantitas cabai dari daerah lain ke Jakarta menurun akibat hujan.

"Memang terjadi kenaikan cabai keriting karena suplai dari Jawa maupun Sulawesi Selatan kuantitasnya mengalami penurunan karena hujan," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Dia mengatakan curah hujan tinggi berdampak pada produksi dan distribusi cabai ke Jakarta. Dia yakin suplai cabai bisa normal 2 minggu mendatang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya yakin dalam satu-dua minggu ke depan harga cabai di Jakarta bisa normal kembali," ujarnya.

Pramono juga menyiapkan langkah untuk mengontrol harga cabai di pasar. Dia mengatakan Pemprov DKI akan membeli cabai langsung dan menjualnya kepada pengecer sehingga harga ke konsumen tetap terkendali.

"Kami akan membeli cabai kemudian menjual kepada pengecer atau pedagang, memberikan keuntungan Rp 5 ribu supaya harganya terkontrol. Kalau ini kita lakukan, saya yakin inflasi di Jakarta bisa kita kontrol," ujarnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, mengatakan harga cabai rawit merah (CRM) tercatat mengalami kenaikan di atas Harga Acuan Penjualan (HAP). Dia mengatakan harga cabai rawit merah di tingkat wilayah Sulawesi Selatan berada di angka Rp 45.000 per kilogram. Sementara di Pulau Jawa, harganya sekitar Rp 60.000 hingga Rp 80.000 per kilogram.

Adapun harga rata-rata cabai rawit merah di tingkat konsumen, khususnya di Pasar Induk Kramat Jati, berada di angka Rp 75.000 hingga Rp 90.000 per kilogram. Hasudungan mengatakan tingginya harga cabai rawit merah dipicu sejumlah faktor.

Pertama, curah hujan yang tinggi sehingga mempengaruhi produksi. Kedua, adanya tradisi sebagian petani yang meliburkan diri menjelang bulan Ramadan. Ketiga, meningkatnya permintaan menjelang hari raya.

Dia mengatakan Badan Pangan Nasional akan melakukan Fasilitas Distribusi Pangan (FDP) dengan membeli cabai dari petani lalu didistribusikan melalui pedagang di Pasar Induk Kramat Jati dengan harga pengecer maksimal Rp 5.000 per kilogram di atas harga pembelian. Selain itu, pasokan cabai dari Sulawesi Selatan akan ditambah sebanyak 2-3 ton per hari.

"Monitoring terus kami lakukan agar intervensi berjalan efektif dan harga di tingkat konsumen tetap terkendali," ujarnya.

Tonton juga video "Pramono Tak Izinkan Ormas Sweeping Rumah Makan Saat Ramadan"

(bel/haf)


Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |