Prabowo Tegaskan Sensus Bukan untuk Kejar Kekayaan: Isi Sejujur-jujurnya

4 hours ago 3

Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh elemen masyarakat mengisi sensus ekonomi dengan sejujur-jujurnya. Prabowo memastikan data sensus bukan untuk mengejar kekayaan ataupun pendapatan pribadi.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menyampaikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 dan Nota Keuangan di gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Prabowo mengungkap relasi angka-angka APBN yang bergantung pada hulu, dalam hal ini kualitas data yang dikumpulkan Badan Pusat Statistik (BPS).

"Angka-angka APBN kita sangat bergantung dengan angka-angka makroekonomi kita. Angka-angka makroekonomi kita sangat bergantung dari kualitas data yang dikumpulkan oleh Badan Pusat Statistik kita," kata Prabowo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya mendapat laporan, sudah lebih dari 10 tahun kita belum melakukan rebasing atau pembaharuan cara kita menghitung berapa sebenarnya aktivitas ekonomi yang terjadi di negara kita," lanjutnya.

Prabowo mengatakan sebanyak 251 ribu petugas sensus dikerahkan untuk menjalankan pendataan di seluruh desa di Indonesia. Ia pun meminta para wakil rakyat dan masyarakat ikut mengajak orang-orang di sekitarnya untuk berpartisipasi dalam sensus.

"Oleh karena itu, sensus ekonomi yang sekarang dijalankan sampai akhir bulan Agustus 2026, yang dilakukan oleh 251 ribu petugas sensus, bekerja di seluruh desa kita, perlu kita pastikan berhasil. Saya minta agar Saudara-saudara sekalian wakil wakil rakyat dan seluruh rakyat Indonesia yang mendengarkan pidato saya saat ini," ujarnya.

Ia menekankan pentingnya masyarakat mengisi data sensus dengan jujur agar pemerintah memiliki data yang akurat untuk menyusun kebijakan. Prabowo menekankan data sensus digunakan untuk mengejar kekayaan.

"Saya minta agar Saudara-saudara tidak hanya mengisi formulir sensus dengan sejujur-jujurnya, tapi juga mengajak semua orang untuk ikut mengisi dengan sejujur-jujurnya. Data yang dikumpulkan BPS dari sensus ekonomi tidak akan digunakan untuk mengejar kekayaan atau pendapatan pribadi yang dilaporkan," ucapnya.

Menurutnya, data tersebut dibutuhkan pemerintah untuk menyusun kebijakan dan anggaran secara lebih tepat. Ia mencontohkan penggunaan data ekonomi dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

"Data dari sensus ekonomi akan digunakan untuk kita bisa lebih tepat menyusun kebijakan dan anggaran. Sebagai contoh, di RAPBN 2027, kita mengasumsikan besar PDB kita mencapai Rp 27.987 triliun. Jika pembiayaan sebesar Rp 671,2 triliun, maka defisit APBN sebesar 2,40 persen terhadap PDB," ujarnya.

"Tapi jika ternyata PDB kita lebih besar yang banyak lembaga internasional mengatakan seperti itu, maka defisit kita lebih kecil. Selain itu, pembaharuan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional atau DTSEN juga akan kita lakukan dari hasil sensus ekonomi tahun 2026 ini. Karena itu sensus ekonomi ini sangat penting," lanjut Prabowo.

(eva/eva)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |