Jakarta -
Presiden Prabowo Subianto kembali menyambangi gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, siang ini. Prabowo bakal menyampaikan pidato Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 dan Nota Keuangan.
Pantauan detikcom, Jumat (14/8/2026), Prabowo tiba menggunakan mobil Maung Garuda pukul 14.11 WIB. Prabowo disambut langsung Ketua DPR RI Puan Maharani.
Prabowo tampak mengenakan jas abu-abu gelap. Prabowo dan Puan kemudian berjalan memasuki gedung Nusantara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Prabowo menghadiri Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI pada pagi tadi. Di sidang tersebut, Prabowo menyampaikan pidato kenegaraan dengan membeberkan sejumlah capaian selama hampir 2 tahun pemerintahannya bekerja.
Prabowo menyampaikan bahwa dalam 21 bulan atau 663 hari masa pemerintahannya, pemerintah telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan transformatif untuk menyelesaikan berbagai persoalan negara.
"Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari sampai hari ini, pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah-masalah negara. Sebagian masalah-masalah itu telah berpuluh tahun tidak bisa kita selesaikan," ujarnya.
Prabowo mengatakan capaian tersebut berarti pemerintah rata-rata mengambil satu kebijakan transformatif setiap lima hari. Kepala Negara menegaskan bahwa kerja keras tersebut merupakan bentuk kesungguhan pemerintah dalam menjalankan amanah rakyat.
"Tugas dari rakyat adalah kehormatan yang mulia bagi kita karena itu kita akan bekerja dengan sekeras-kerasnya. Kita akan habis-habisan bekerja untuk rakyat dan bangsa kita," tegasnya.
Dalam menjalankan pemerintahan, Prabowo menyebut empat pedoman utama yang menjadi landasan kerja. Pertama, melaksanakan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Kedua, menjaga dan melindungi kepentingan inti nasional, termasuk mengelola kekayaan bangsa untuk kemakmuran rakyat. Ketiga, mengatasi kesulitan rakyat secepat mungkin. Keempat, selalu berorientasi pada kepentingan rakyat serta anak dan cucu mereka.
Lebih lanjut, Kepala Negara menuturkan bahwa kerja keras dan keberanian mengambil keputusan telah mulai menunjukkan hasil. Salah satunya adalah swasembada pangan yang semula ditargetkan tercapai dalam empat tahun, tetapi dapat diwujudkan dalam waktu satu tahun.
"Tahun ini kita sudah swasembada 8 komoditas pangan. Kita telah swasembada beras, swasembada jagung, swasembada gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit. Saudara-saudara, kita masih belum swasembada daging, itu akan kita kerjakan yang insyaallah akan kita capai dalam 5-6 tahun ke depan," jelasnya.
(fca/eva)


















































