Penjualan AC Melejit 30%, Pedagang Tunjuk Tipe yang Bikin Cepat Dingin

5 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Cuaca panas membuat AC semakin dipandang sebagai kebutuhan rumah tangga, bukan lagi sekadar pelengkap. Pedagang elektronik di Ciputat, Tangerang Selatan melihat permintaan AC meningkat ketika masyarakat mulai mengganti unit lama yang sudah berulang kali mengalami kerusakan.

"AC sudah kebutuhan, benar-benar kebutuhan yang sangat perlu. Banyak. Sekarang pakai kipas angin saja sudah enggak kerasa, makanya di musim panas ini kenaikan penjualan lumayan, mungkin kisaran 30 persenan," ujar Hidayat, pedagang elektronik yang ditemui CNBC Indonesia di tokonya di Ciputat, Selasa (22/9/26).

Situasi di lingkungan perkotaan ikut menjadi pertimbangan. Rumah yang berada di kawasan padat dengan minim pepohonan membuat suhu ruangan terasa semakin panas, terutama ketika penghuni harus beraktivitas di dalam rumah.

Pilihan kapasitas juga menjadi persoalan tersendiri bagi konsumen. Ruangan sekitar 20 meter persegi tidak disarankan menggunakan kapasitas yang terlalu kecil karena proses pendinginan bisa berlangsung lebih lama.

"Kalau 3/4 kan ukurannya cuma 16 meter persegi. Kalau mau adem-adem doang bisa, tapi kalau dingin masuk ke ruangan, misalnya skala ruangan lebih gede, PK-nya kan sudah sesuai spek pabrik untuk ruangan segini. Takutnya panas ruangan ini, dinginnya lama," kata Hidayat.

Pilihan masyarakat saat membeli AC tidak hanya berkutat pada merek dan kapasitas. Jenis AC standar dan inverter juga menjadi pertimbangan karena memiliki karakter penggunaan listrik dan pendinginan yang berbeda.

Pedagang elektronik lainnya di kawasan Pasar Ciputat Rudi, menjelaskan perbedaan tersebut kepada calon pembeli yang sedang mencari AC pengganti. Pembahasan dimulai dari konsumsi listrik hingga kecepatan unit dalam mendinginkan ruangan.

"Bedanya kalau yang inverter, dia lebih hemat listrik. Jadi contoh kalau yang standar, anggaplah watt-nya 1.000. Selama AC itu menyala, tarikannya bakal 1.000 terus. Tapi kalau inverter, tarikan awalnya 1.000, nanti setelah 2 jam atau 3 jam pemakaian dia turun. Bisa 400, 300, gitu. Bedanya itu doang," ujar Rudi.

Perbedaan karakter tersebut membuat harga AC inverter berada di atas model standar untuk kapasitas yang sama. Untuk AC 1 PK Midea, misalnya, harga model standar berada di kisaran Rp3,8 juta, sedangkan versi inverter sekitar Rp4,5 juta.

"Kalau yang inverter di Rp4,5 juta. Bedanya kalau sama Gree, kalau si Midea itu lapisan evaporatornya sudah coating-nya lebih tebal dibanding Gree kalau Midea," kata Rudi.

Namun, harga bukan satu-satunya pertimbangan. Kecepatan pendinginan menjadi faktor yang turut diperhatikan konsumen, terutama bagi rumah tangga yang membutuhkan ruangan cepat dingin saat cuaca panas.

"Kalau mau yang cepat dingin pakai yang standar," ujar Rudi.

Pilihan konsumen di lapangan juga menunjukkan bahwa efisiensi listrik belum otomatis membuat AC inverter menjadi pilihan utama. Karakter pendinginan dan harga awal tetap menjadi pertimbangan ketika konsumen menentukan jenis AC yang akan dibeli.

"Standar sih. Standar. Karena lebih cepat dingin," kata Rudi.

(dce) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |