Atlet Menyamar Jadi Pria Demi Hindari Taliban Raih Medali Asian Games

37 minutes ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Perjalanan panjang Fariba Hashimi berbuah manis di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang. Atlet balap sepeda Afghanistan yang pernah harus menyamar sebagai laki-laki demi bisa berlatih itu berhasil membawa pulang medali perak.

Hashimi meraih medali tersebut dari nomor balap sepeda jalan raya putri yang berlangsung di dekat Nagoya, Jepang, Selasa (22/9/2026). Prestasi itu menjadi pencapaian istimewa bagi atlet berusia 23 tahun tersebut setelah sebelumnya finis di posisi ketujuh dalam nomor individual time trial putri pada Minggu.

Perjalanan Hashimi sebagai atlet tidak mudah. Ia meninggalkan Afghanistan setelah Taliban kembali berkuasa pada 2021. Jauh sebelum meninggalkan negaranya, Hashimi bahkan harus menyembunyikan identitasnya sebagai perempuan ketika berlatih bersepeda untuk menghindari serangan.

"Saya lahir di negara di mana perempuan yang memiliki mimpi mendapat serangan, dan saya sangat bahagia karena telah berjuang melawan hal tersebut," kata Hashimi dikutip dari BBC Sports, Rabu (23/9/2026).

"Saya berharap generasi berikutnya dapat datang ke sini dan mewakili negaranya tanpa rasa takut," ujarnya menambahkan.

Hashimi mulai menekuni balap sepeda pada usia 15 tahun, mengikuti jejak kakaknya, Yulduz Hashimi, yang juga menjadi atlet balap sepeda internasional. Namun, menjalani olahraga tersebut sebagai perempuan di Provinsi Faryab, Afghanistan, bukan perkara mudah.

Hashimi sebelumnya mengungkapkan kepada Reuters bahwa dirinya harus berpakaian seperti laki-laki setiap kali pergi berlatih. Ia bahkan mengenakan beberapa lapis penutup wajah agar tidak dikenali.

"Saya selalu berpakaian seperti laki-laki ketika pergi latihan, mengenakan dua atau tiga masker berbeda agar orang-orang tidak mengenali atau menyerang saya," ujarnya.

Hashimi juga mengaku harus menghadapi lemparan batu ketika sedang mengendarai sepeda. Situasi hidupnya kemudian berubah setelah meninggalkan Afghanistan pada 2021.

Hashimi kini tinggal dan berlatih di Italia dengan bantuan mantan juara dunia balap sepeda asal Italia, Alessandra Cappellotto. Mengenang kehidupannya di Afghanistan, Hashimi mengatakan Taliban telah "merampas kebebasan kami". Oleh karenanya, medali perak yang diraihnya di Asian Games kali ini memiliki arti lebih dari sekadar pencapaian olahraga.

"Medali perak ini dapat menunjukkan besarnya ketangguhan perempuan Afghanistan, dan saya sangat bahagia," katanya.

"Saya tidak sendirian. Saya tahu di belakang saya ada jutaan perempuan dari banyak negara yang memiliki mimpi yang sama dan mereka berdiri bersama saya," kata ia melanjutkan.

Perjalanan Hashimi dan kakaknya di panggung olahraga internasional sebelumnya juga membawa keduanya ke Olimpiade Paris 2024. Kini, kakak beradik tersebut membidik kesempatan untuk kembali berlaga di Olimpiade Los Angeles 2028.

Hashimi menegaskan dirinya tidak ingin berhenti mengejar karier dan mimpinya sebagai atlet. "Saya tidak pernah ingin menyerah," kata Hashimi.

Ia berharap perjalanan yang telah membawanya hingga podium Asian Games dapat berlanjut sampai Olimpiade Los Angeles dua tahun mendatang.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |