Jakarta -
PT Pegadaian mendapatkan penghargaan internasional yakni 'Best Sovereign Sukuk' dan 'Best Social Bonds in Asia 2025' dalam ajang 19th Annual Borrower Issuer Awards 2025. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan perusahaan dalam menerbitkan surat utang senilai total Rp 4,457 triliun (setara US$ 278,5 juta).
Adapun penghargaan ini diselenggarakan oleh Alpha Southeast Asia tersebut, diterima langsung oleh Treasury Division Head PT Pegadaian, Luh Putu Andarini, di The Fullerton Hotel, Singapore, Kamis (12/02).
"Apresiasi berskala internasional yang diterima tersebut menjadi bukti pengakuan pasar global terhadap fundamental keuangan dan dampak sosial yang dihasilkan oleh Pegadaian," kata Direktur Keuangan & Perencanaan Strategis PT Pegadaian, Ferdian Timur Satyagraha dalam keterangan tertulis, Jumat (13/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan penerbitan instrumen ini merupakan bagian dari langkah proaktif perusahaan dalam diversifikasi sumber pendanaan yang terdiri dari Sukuk Mudharabah sebesar Rp 1,752 triliun serta Social Bonds (Obligasi Sosial) sebesar Rp 1,940 triliun.
"Seluruh dana yang dihimpun dialokasikan untuk memperkuat pendanaan di sektor pembiayaan mikro dan UMKM. Langkah ini sejalan dengan misi perusahaan untuk mempercepat inklusi keuangan dan mendukung target pembangunan berkelanjutan (SDGs) di Indonesia," tuturnya.
"Transaksi ini pun mencatat kelebihan permintaan (oversubscribed) yang mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap profil risiko dan prospek bisnis Pegadaian," sambungnya.
Ferdian Timur Satyagraha mengatakan bahwa penghargaan ini menjadi validasi atas dedikasi perusahaan dalam menyelaraskan profitabilitas dengan penuh tanggung jawab sosial.
"Penghargaan ini merupakan pengakuan internasional atas komitmen Pegadaian dalam menghadirkan solusi pendanaan yang tidak hanya kuat secara finansial, tetapi juga memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat. Kami akan terus memperkuat peran Pegadaian sebagai katalisator inklusi keuangan dan motor pertumbuhan usaha mikro di Indonesia," ujar Ferdian.
Menurutnya, keberhasilan strukturisasi dan distribusi instrumen ini didukung oleh sinergi kuat dengan para Joint Lead Underwriters (JLU) terkemuka di antaranya PT CIMB Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, serta PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas.
"Ke depan, PT Pegadaian berkomitmen untuk terus berinovasi dalam pengembangan instrumen pendanaan berkelanjutan (sustainable finance). Dengan memperluas jangkauan pembiayaan berbasis syariah dan sosial, perusahaan optimistis dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap stabilitas ekonomi nasional dan pencapaian target pembangunan berkelanjutan," tutupnya.
(ega/ega)

















































