Asap tiba-tiba muncul di dalam gerbong KRL khusus wanita di Stasiun Rawa Buntu, Tangerang Selatan, memicu kepanikan penumpang. Ternyata asap itu berasal dari dua ponsel.
Dalam salah satu video yang beredar di media sosial, peristiwa itu terjadi pada pukul 06.51 WIB. Terlihat sejumlah penumpang panik keluar gerbong KRL saat mengetahui asap muncul.
Peristiwa itu terlihat di salah satu gerbong wanita. Imbasnya kepadatan penumpang terjadi di salah satu peron Stasiun Rawa Buntu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KAI Commuter buka suara mengenai momen viral tersebut. Pihak KAI mengatakan asap bukan berasal dari kerusakan mesin kereta.
"Dapat kami informasikan bahwa kepulan asap tersebut bersumber dari HP milik salah satu penumpang dan bukan dari sarana kereta," tulis KAI Commuter di akun Threads miliknya.
Dari Ponsel Penumpang
Public Relations Manager KAI Commuter, Leza Arlan, menjelaskan kepulan asap muncul dari ponsel milik salah seorang penumpang Commuter Line 1641 relasi Rangkasbitung-Tanah Abang pada Kamis (17/9/2026) pukul 06.49 WIB. Kejadian tersebut terjadi saat KRL berada di Stasiun Rawa Buntu.
"Petugas keamanan yang sedang berdinas di peron melihat adanya tas penumpang yang mengeluarkan asap. Pengguna tersebut kemudian melemparkan tas tersebut ke area peron," kata Leza dalam keterangannya, Kamis (17/9).
Setelah diamankan petugas sesuai prosedur, ditemukan dua unit handphone dalam kondisi terbakar di dalam tas milik pengguna Commuter Line tersebut. Petugas segera membantu pengguna keluar dari dalam Commuter Line dan mengamankan tas berisikan gadget yang mengeluarkan asap.
"Petugas selanjutnya melakukan koordinasi dengan Kepala Stasiun, pengguna yang tasnya teridentifikasi mengeluarkan asap dari telepon genggamnya itu untuk dimintai keterangan," tuturnya.
KRL Sempat Terlambat
Berdasarkan keterangan yang diperoleh, diketahui bahwa salah satu perangkat telepon genggamnya sedang digunakan untuk hotspot internet. Akibat kejadian itu, rangkaian KRL sempat mengalami keterlambatan.
"Atas kejadian ini, Commuter Line Nomor 1641 relasi Rangkasbitung-Tanah Abang mengalami keterlambatan sekitar 7 menit. Setelah dipastikan kondisi rangkaian aman perjalanan Commuter Line Nomor 1641 kembali melanjutkan perjalanannya," imbuhnya.
Pihaknya mengingatkan kepada seluruh pengguna untuk memperhatikan kondisi perangkat elektronik yang dibawa. Apabila ditemukan kondisi tidak normal, bisa langsung melapor ke petugas.
"Jika menemukan kondisi yang tidak normal selama perjalanan, jangan panik dan segera sampaikan kepada petugas. Respons cepat dari pengguna akan menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan bersama," jelasnya.
Situasi Chaos
Penumpang KRL Commuter Line 1641 relasi Rangkasbitung-Tanah Abang menceritakan detik-detik munculnya asap dari salah satu gerbong perempuan yang ternyata berasal dari HP yang terbakar. Penumpang bernama Eka Rizky Nuraeni menyebut dalam kondisi itu banyak yang teriak hingga berlarian menghindari asap.
"Saya turun di Stasiun Rawa Buntu dari pintu gerbong paling depan, gerbong perempuan. Biasanya setelah turun saya langsung tap out, tapi tadi saya sempat berhenti sebentar di peron untuk beresin barang. Pas lagi beresin barang, tiba-tiba saya dengar ada yang teriak. Awalnya saya pikir teriakan biasa karena kondisi stasiun memang ramai," kata Eka dihubungi, Kamis (17/9/2026).
Ia menyebut teriakan itu datang dari gerbong perempuan paling ujung. Ia melihat dari gerbong yang sempat ditempatinya banyak penumpang berlarian hingga teriak kebakaran.
"Ternyata setelah saya lihat, yang teriak berasal dari pintu bagian belakang gerbong perempuan pertama, yang gerbongnya sama dengan saya. Setelah itu penumpang dari dalam gerbong langsung banyak yang keluar dan ada yang teriak kebakaran," ujar dia.
Ia menyebut asap mengepul di Stasiun Rawa Buntu akibat insiden terbakarnya HP tersebut. Eka mengatakan tak sedikit pengguna KRL yang langsung tap out meninggalkan stasiun.
"Yang saya lihat memang ada asap yang keluar dari pintu gerbong dan penumpang langsung panik, berlarian keluar. Bahkan ada beberapa orang yang awalnya mau naik kereta justru ikut keluar sampai ada yang langsung tap out meninggalkan stasiun," ujar Eka.
"Saya juga sempat melihat security dan petugas housekeeping bergerak cepat ke arah ruangan tiket. Saya kurang tahu apakah mereka mengambil APAR atau perlengkapan lain karena setelah itu saya sudah tidak memperhatikan lagi dan langsung tap out," ungkapnya.
(rdp/rdp)














































