Panas! Jet Tempur Inggris dan Prancis Bombardir Wilayah Arab Ini

15 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Jet tempur Inggris dan Prancis melancarkan operasi militer bersama di Suriah pada Sabtu malam dengan menargetkan sebuah lokasi yang diduga menjadi gudang senjata bawah tanah kelompok Negara Islam atau Islamic State (ISIS).

Kementerian Pertahanan Inggris menjelaskan bahwa operasi tersebut didasarkan pada analisis intelijen yang mengidentifikasi sebuah fasilitas bawah tanah di kawasan pegunungan utara Palmyra. Lokasi itu diyakini sebelumnya digunakan ISIS untuk menyimpan senjata dan bahan peledak.

Sejak kekalahan teritorial ISIS pada 2019, pesawat-pesawat Barat terus melakukan patroli di wilayah tersebut guna memastikan kelompok tersebut tidak kembali memperkuat jaringan militernya.

"Pesawat kami menggunakan bom berpemandu Paveway IV untuk menargetkan sejumlah terowongan akses menuju fasilitas tersebut; sementara penilaian rinci masih berlangsung, indikasi awal menunjukkan bahwa sasaran berhasil dihantam," kata pernyataan Kementerian Pertahanan Inggris, dilansir Reuters.

Pemerintah Inggris menegaskan sebelum serangan dilakukan telah dipastikan bahwa wilayah sasaran tidak memiliki permukiman warga sipil. Seluruh pesawat yang terlibat dalam operasi itu juga dilaporkan kembali dengan selamat ke pangkalan masing-masing setelah misi selesai.

Menteri Pertahanan Inggris John Healey mengatakan operasi bersama ini mencerminkan komitmen London untuk bekerja erat dengan sekutu-sekutunya dalam menghadapi ancaman ekstremisme.

"Tindakan ini menunjukkan kepemimpinan Inggris dan tekad kami untuk berdiri bahu-membahu dengan para sekutu, guna memberantas setiap potensi kebangkitan Daesh dan ideologi mereka yang berbahaya serta penuh kekerasan di Timur Tengah," kata Healey, menggunakan sebutan lain untuk ISIS.

Kementerian Pertahanan Inggris juga mengungkapkan bahwa dalam operasi tersebut pihaknya mengerahkan jet tempur Typhoon FGR4. Pesawat-pesawat itu didukung oleh pesawat pengisi bahan bakar Voyager selama pelaksanaan serangan udara.

Operasi ini menandai kelanjutan keterlibatan militer negara-negara Barat di Suriah dalam konteks pencegahan kembalinya ISIS, meski kelompok tersebut tidak lagi menguasai wilayah secara terbuka seperti beberapa tahun lalu.

(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |